Mongolia Dalam Perluas Olahan Batu Bara demi Mandiri Energi
Pemerintah Daerah Otonom Mongolia Dalam di China mengumumkan rencana memperluas pemanfaatan batu bara untuk produksi bahan kimia pada Kamis (11/6/2026). Langkah strategis di salah satu wilayah penghasil komoditas terbesar ini diambil guna meningkatkan swasembada energi nasional di tengah lonjakan harga minyak global akibat Perang Iran.
Ekspansi industri hilirisasi ini diprediksi meningkatkan konsumsi batu bara di sektor kimia hingga 20 persen pada tahun ini, dilansir dari Bloombergtechnoz. Kebijakan tersebut menguatkan keekonomian industri konversi bahan bakar fosil di wilayah yang menampung pusat kimia raksasa seperti Kota Ordos, tempat pengolahan batu bara menjadi plastik, minyak sintetis, dan gas sintetis.
Kemandirian energi melalui pemanfaatan batubara ini disampaikan langsung oleh otoritas daerah dalam sebuah konferensi pers di Hohhot. Pihak eksekutif menilai langkah tersebut penting untuk memitigasi risiko eksternal terhadap pasokan energi negara.
"Meningkatkan produksi produk kimia berbasis batu bara akan memperkuat swasembada minyak dan gas dalam negeri, membantu mengurangi serta mengimbangi tantangan ketahanan energi di tingkat industri," kata Huang Zhiqiang, wakil ketua eksekutif Pemerintah Daerah Otonom Mongolia Dalam.
Kebijakan ini diambil di tengah kekhawatiran dampak lingkungan, mengingat emisi karbon industri konversi batu bara China telah melonjak 12 persen pada tahun 2025 menurut data Center for Research on Energy and Clean Air. Sektor ini tumbuh bersamaan dengan kapasitas energi terbarukan Mongolia Dalam yang kini melampaui 175 gigawatt atau sekitar 9 persen dari total nasional.
"Hal ini mengurangi ketergantungan kita pada impor minyak dan gas, sekaligus menurunkan porsi pasokan dari luar negeri," ujar Huang Zhiqiang.
Otoritas setempat berencana mengalihkan kelebihan produksi listrik hijau yang selama ini dibatasi keterbatasan jaringan untuk mendukung sektor kecerdasan buatan (AI) dan pusat data. Wilayah tersebut diproyeksikan bertransformasi menjadi koridor komputasi nasional dengan tetap menargetkan puncak emisi karbon tercapai sebelum tahun 2030.
"Wilayah ini akan bertransformasi dari pengekspor sumber daya menjadi penggerak kekuatan komputasi," kata Huang Zhiqiang.
Pemerintah daerah menegaskan bahwa modernisasi teknologi menjadi kunci agar pemanfaatan komoditas tambang ini tetap selaras dengan program pengurangan karbon nasional.
"Kami akan mengubah sumber daya alam Mongolia Dalam menjadi listrik dan daya komputasi," kata Huang Zhiqiang.
Pihak berwenang meyakini langkah penghijauan sektor pertambangan dapat berjalan beriringan dengan pemenuhan kuota energi nasional.
"Kami meyakini bahwa tidak ada industri yang usang, yang ada hanyalah teknologi yang ketinggalan zaman. Karena itu kami sepenuhnya mendorong penghijauan operasi pertambangan," ujar Huang Zhiqiang.
Proyek-proyek baru yang dikembangkan akan diarahkan pada sistem yang lebih rendah emisi.
"Transformasi cerdas sangat selaras dengan perencanaan dan strategi nasional, dengan secara bertahap mengembangkan berbagai proyek kimia batu bara modern yang hijau dan rendah karbon," ujar Huang Zhiqiang.