BB TNBTS Sewakan Aset Jembatan Kaca Bromo ke Swasta

Share

Balai Besar Taman Nasional Bromo Tengger Semeru resmi menjalin kerja sama pemanfaatan aset jembatan kaca di kawasan Gunung Bromo dengan CV Sinergi Permata Semesta pada Kamis (11/6/2026). Langkah strategis ini diambil guna memastikan fasilitas wisata tersebut siap beroperasi menyambut wisatawan menjelang musim libur sekolah, seperti dilansir dari Detik Travel.

Perjanjian sewa Barang Milik Negara berupa tanah dan bangunan tersebut ditandatangani langsung di kantor Balai Besar Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (BB TNBTS). Kerja sama ini menjadi babak baru pengelolaan infrastruktur wisata yang selesai dibangun sejak akhir 2021 lalu.

Kepala BB TNBTS Rudijanta Tjahja Nugraha menjelaskan bahwa hak pengelolaan ini mencakup tanah area jembatan seluas 2.429 meter persegi, shuttle area dan fasilitas pendukung seluas 791 meter persegi, serta struktur jembatan pejalan kaki berlantai kaca seluas 360 meter persegi.

"Seluruh aset yang disewakan akan dimanfaatkan untuk aktivitas wisata alam sebagai komitmen Balai Besar TNBTS dalam meningkatkan layanan kepada pengunjung," kata Rudijanta kepada wartawan, Jumat (12/6/2026), dikutip dari detikJateng.

Aset yang disewakan ini merupakan kelanjutan dari penyerahan formal infrastruktur dari Kementerian Pekerjaan Umum kepada Kementerian Kehutanan yang telah rampung pada Oktober 2025.

"Serta jembatan pada jalan kabupaten kolektor berupa jembatan pejalan kaki struktur lantai kaca seluas 360 meter persegi," kata Rudijanta.

Pembangunan infrastruktur wisata ini dirancang sebagai magnet baru guna memperkuat daya tarik wisata alam di area konservasi nasional.

"Infrastruktur itu dibangun untuk mendukung pengembangan kawasan strategis pariwisata nasional sekaligus memperkuat daya tarik wisata alam di kawasan konservasi," ujar Rudijanta.

Pengoperasian fasilitas ini juga melibatkan sinergi erat dengan Pemerintah Kabupaten Probolinggo demi memajukan sektor ekonomi daerah.

"Kolaborasi ini diharapkan mampu mengoptimalkan pengelolaan kawasan, meningkatkan kualitas pelayanan wisata, serta memberikan manfaat ekonomi yang lebih luas bagi masyarakat sekitar tanpa mengesampingkan prinsip-prinsip konservasi," katanya.

Merespons kerja sama tersebut, pihak pengelola berencana langsung melakukan peninjauan lapangan untuk memastikan kesiapan fisik jembatan.

"Dalam waktu dekat sebelum dan menjelang musim libur sekolah akhir bulan ini. Kami berkomitmen untuk segera mengoperasionalkan jembatan kaca Bromo," ujar Direktur Utama CV Sinergi Permata Semesta Achmad Ridho.

Pihak manajemen memastikan aspek keselamatan pengunjung akan menjadi prioritas utama dengan mengikuti regulasi teknis yang berlaku.

"Dalam operasional jembatan kaca ini. Kami tetap akan mengikuti segala SOP yang sudah ada. Meskipun pada dasarnya kami telah berpengalaman dalam operasional jembatan kaca di Kemuning Sky Hill di Jawa Tengah," kata Ridho.

Selain masalah keamanan, pengelola melalui jaringan The Lawu Group menegaskan komitmen mereka terhadap pelestarian lingkungan dan pemberdayaan ekonomi lokal.

"Kami tetap akan menjaga kelestarian alam dan memprioritaskan SDM dan UMKM warga setempat demi kemajuan wisata dan kesejahteraan ekonomi bersama," ujar Ridho.

Secara kronologis, kepemilikan jembatan dipindahtangankan melalui dokumen resmi dari Kementerian Pekerjaan Umum kepada Kementerian Kehutanan dalam Rakornis Ditjen KSDAE di Jakarta pada Selasa (7/10).

Penyerahan tersebut dilakukan oleh Direktur Bina Teknik Jalan dan Jembatan, Pantja Dharma Oetojo, kepada Direktur Pemanfaatan Jasa Lingkungan Nandang Prihadi, serta disaksikan Dirjen KSDAE Satyawan Pudyatmoko dan Kepala BB TNBTS Rudijanta Tjahja Nugraha.

Jembatan yang terletak di Seruni Point ini membentang sepanjang 120 meter dan melintasi jurang sedalam 80 meter dengan kapasitas tampung mencapai 100 orang.

Keamanan struktur jembatan ini ditopang oleh material laminated glass yang terdiri dari dua lembar kaca atau lebih yang saling direkatkan dengan ketebalan total mencapai 25,55 mm.

Follow publika.id on Google News Follow
Editors Team
gilang-permana-putra
Author