Filipina Desak China Singkirkan Struktur Terapung di Scarborough Shoal
Pemerintah Filipina mendesak China untuk segera menyingkirkan struktur terapung di Scarborough Shoal demi mencegah pengubahan atol tersebut menjadi pulau buatan dalam perselisihan terbaru di Laut China Selatan pada Juni 2026.
Ketegangan ini memuncak setelah Manila melayangkan protes diplomatik terhadap Beijing atas keberadaan platform bergerak yang diduga kuat dikerahkan oleh kapal penelitian China, sebagaimana dilansir dari Detikcom.
Otoritas keamanan Filipina kemudian merilis foto struktur berbentuk persegi dari papan kayu dengan alat apung silinder dan antena di bagian tengahnya.
Pihak militer Filipina menegaskan komitmennya untuk menjaga integritas wilayah tersebut dari upaya pembangunan sepihak oleh negara lain.
"Dari sudut pandang pertahanan dan keamanan, kami melakukan apa yang kami bisa untuk menjalankan mandat kami, dan itu termasuk mencegah Bajo de Masinloc dikembangkan menjadi pulau buatan lainnya," kata Roy Trinidad, juru bicara Angkatan Laut Filipina.
Meskipun citra satelit pada awal Juni sempat menunjukkan platform tersebut sudah tidak ada, Penjaga Pantai Filipina menyatakan struktur itu tetap berada di lokasi.
Di sisi lain, Beijing tidak membenarkan ataupun membantah kepemilikan struktur tersebut, namun tetap bersikeras atas klaim wilayah mereka.
Kementerian Luar Negeri China menegaskan kembali bahwa Beijing memiliki "kedaulatan yang tak terbantahkan" atas Scarborough Shoal, dan mengatakan bahwa aktivitas China di sana, termasuk penelitian ilmiah, adalah sah.
Situasi di wilayah kaya tangkapan ikan ini dinilai memicu kekhawatiran terkait potensi militerisasi yang masif seperti yang pernah terjadi di kawasan sekitarnya.
Seorang pakar hukum maritim dari Universitas Filipina menilai temuan ini memiliki kemiripan dengan fase awal pembangunan pangkalan militer China di Mischief Reef.
"Mereka memulai dengan pangkalan, kemudian gubuk-gubuk kecil yang terus ditingkatkan," kata Jay Batongbacal, Profesor dan pakar hukum maritim pada Universitas Filipina.
Hubungan bilateral kedua negara terus memburuk seiring konfrontasi maritim yang berulang di wilayah yang menjadi jalur pelayaran utama tersebut.