Bank Indonesia Andalkan Cadangan Devisa untuk Jaga Stabilitas Rupiah

Share

Nilai tukar rupiah kerap menghadapi tekanan besar akibat penguatan dolar AS dan ketidakpastian geopolitik global global.

Dilansir dari Bloomberg Technoz, Bank Indonesia menggunakan tiga instrumen utama untuk meredam fluktuasi tersebut, yaitu suku bunga acuan BI-Rate, stabilisasi nilai tukar, dan pengelolaan likuiditas.

Langkah moneter ini ditopang oleh kecukupan cadangan devisa yang menjadi sasaran utama dalam menjaga stabilitas makroekonomi.

Cadangan devisa merupakan aset valuta asing milik bank sentral yang berfungsi memenuhi kebutuhan ekonomi nasional secara berkala.

Aset likuid ini digunakan untuk membayar utang luar negeri pemerintah, membiayai impor dari APBN, serta melakukan intervensi di pasar valuta asing.

Namun, intervensi pasar tidak bertujuan untuk mengunci nilai tukar rupiah pada level tertentu karena Indonesia menganut sistem nilai tukar mengambang bebas.

Bank Indonesia hanya melakukan stabilisasi guna meredam gejolak yang berlebihan agar pergerakan rupiah tidak menyulitkan perencanaan bisnis pelaku usaha.

Mekanisme Menjaga Pasokan Valas

Saat pasar mengalami tekanan, Bank Indonesia melepas dolar AS dari cadangan devisa untuk menambah pasokan valuta asing di dalam negeri.

Sebaliknya, bank sentral akan membeli valuta asing saat pasokan melimpah guna mengisi kembali pundi-pundi cadangan devisa.

Melalui manajemen ini, volatilitas nilai tukar tetap terjaga dalam batas wajar sekaligus mengendalikan jumlah uang beredar demi menjaga inflasi jangka menengah.

Penopang Kebijakan Moneter Nasional

Kebijakan suku bunga dan ekspansi likuiditas moneter terbukti tetap bergantung pada kekuatan cadangan devisa serta pengelolaan lalu lintas devisa nasional.

Pemerintah bersama Bank Indonesia juga memperkuat pasokan domestik melalui kewajiban penyimpanan Devisa Hasil Ekspor Sumber Daya Alam (DHE SDA).

Melalui aturan ini, eksportir mendapatkan pilihan instrumen penempatan seperti Term Deposit valas DHE, Sekuritas Valas BI, hingga Sukuk Valas BI dengan tenor sampai 12 bulan.

Posisi Cadangan Devisa RI Terkini

Posisi cadangan devisa Indonesia pada akhir Mei 2026 tercatat sebesar US$ 144,9 miliar, sedikit menurun dari posisi akhir April 2026 yang mencapai US$ 146,2 miliar.

"Perkembangan cadangan devisa Mei 2026 ini dipengaruhi penerbitan global bond pemerintah serta penerimaan pajak dan jasa, di tengah pembayaran utang luar negeri pemerintah dan kebijakan stabilisasi nilai tukar Rupiah Bank Indonesia sebagai respons terhadap tingginya ketidakpastian pasar keuangan global dan permintaan valuta asing musiman dari domestik," kata Direktur Executif Departemen Komunikasi BI Ramdan Denny Prakoso.

Meskipun menurun, jumlah tersebut masih setara dengan pembiayaan 5,6 bulan impor atau 5,5 bulan impor dan pembayaran utang luar negeri pemerintah.

Angka ini berada di atas standar kecukupan internasional yang menetapkan batas minimal sekitar 3 bulan impor.

"Ke depan, Bank Indonesia meyakini ketahanan sektor eksternal tetap baik didukung oleh posisi cadangan devisa yang memadai serta aliran masuk modal asing sejalan dengan persepsi positif investor terhadap prospek perekonomian nasional dan imbal hasil investasi yang tetap menarik," kata Ramdan.

Follow publika.id on Google News Follow
Editors Team
daffa-raihan-maulana
Author