Polisi Selidiki Percobaan Penculikan Lansia di Pantai Indah Kapuk
Aparat kepolisian menyelidiki kasus dugaan percobaan penculikan terhadap seorang pria lanjut usia berinisial GH (70) yang sedang berolahraga pagi di kawasan Pantai Indah Kapuk, Penjaringan, Jakarta Utara, pada Mei 2026 sekitar pukul 06.55 WIB, sebagaimana dilansir dari Detikcom.
Peristiwa tersebut bermula ketika sebuah mobil membuntuti korban yang merupakan seorang karyawan swasta saat sedang berjalan kaki di dekat lingkungan tempat tinggalnya, lalu seorang pria turun untuk memaksa korban masuk ke dalam kendaraan.
Penyelidikan intensif kini tengah berjalan setelah pihak kepolisian menerima laporan resmi mengenai insiden dugaan penculikan serta penganiayaan tersebut, didukung oleh bukti rekaman kamera pengawas di sekitar lokasi.
"Polsek Metro Penjaringan mendapatkan laporan polisi terkait dugaan percobaan penculikan dan atau penganiayaan yang terjadi di kawasan Pantai Indah Kapuk," kata Kanit Reskrim Polsek Metro Penjaringan AKP Sampson Sosa Hutapea, dilansir Antara, Jumat (12/6/2026).
Berdasarkan rekaman CCTV, korban sempat terlibat pergulatan sengit dan saling tarik-menarik dengan pelaku hingga keduanya terjatuh di jalan raya, namun aksi tersebut gagal karena korban terus memberikan perlawanan keras sembari berteriak meminta tolong.
"Pelaku mencoba menarik korban untuk memaksa masuk ke dalam mobil. Korban melakukan perlawanan sehingga pelaku tidak berhasil melakukan penculikan tersebut," jelas Sampson.
Teriakan kencang dari korban lansia tersebut seketika memicu kepanikan pada pihak pelaku, sehingga pelaku memilih untuk langsung melarikan diri dari tempat kejadian perkara tanpa hasil.
"Korban dan pelaku sempat bergelut hingga jatuh. Karena korban melawan dan berteriak, pelaku terlihat ketakutan lalu meninggalkan lokasi," ucap Sampson.
Pihak penyidik saat ini tengah mendalami motif di balik penyerangan tersebut dan mengonfirmasi bahwa korban tidak memiliki masalah pribadi dengan pihak lain serta tidak mengenali para pelaku.
"Kita menggunakan metode penyelidikan mengumpulkan alat bukti (scientific crime investigation) dengan menganalisa CCTV dan berbagai rekaman lainnya," kata AKP Sampson.
Pengejaran terhadap para komplotan yang diduga berjumlah lebih dari dua orang ini terus digencarkan melalui pelacakan rute dan pergerakan kendaraan yang mereka gunakan.
"Motifnya masih kita dalami dan tim sedang menelusuri titik-titik CCTV yang mengarah kepada tempat kejadian perkara. Semoga dalam waktu dekat kita dapat mengungkap para pelaku ini," jelas Sampson.