Kementerian ESDM Pastikan Stok Batu Bara PLTU Aman

Share

Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menegaskan pasokan batu bara untuk Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) dalam kondisi aman dan hari operasi pembangkit (HOP) mencukupi, menyusul pemadaman listrik di beberapa wilayah Jawa sejak Rabu (10/6/2026), dilansir dari Bloomberg Technoz.

Kepastian mengenai kecukupan pasokan energi primer ini diperoleh usai pihak kementerian melakukan koordinasi dengan PT Perusahaan Listrik Negara (Persero) atau PLN pada Kamis (11/6/2026).

Sekretaris Jenderal Kementerian ESDM Ahmad Erani Yustika menyatakan bahwa volume pemenuhan komoditas tersebut telah disepakati sejak awal guna menghindari krisis energi seperti yang pernah terjadi pada tahun 2022 silam.

"Sejak awal sudah diputuskan berapa kebutuhan PLN batu baranya," kata Erani, Sekretaris Jenderal Kementerian ESDM.

Langkah koordinasi lanjutan juga langsung dilakukan oleh jajaran internal kementerian demi memastikan keandalan pasokan listrik ke masyarakat tetap terjaga dengan baik.

"Hari ini katanya ada rapat lagi Pak Dirjen Gatrik dengan PLN," ujar Erani, Sekretaris Jenderal Kementerian ESDM.

Di sisi lain, Institute for Essential Service Reform (IESR) mengemukakan analisis berbeda terkait gangguan sistem kelistrikan yang dirasakan masyarakat di Jawa Barat hingga Jawa Tengah tersebut.

"IESR menduga bahwa pemadaman bergilir yang terjadi belakangan dipicu oleh rendahnya cadangan bahan bakar di sejumlah PLTU di sistem Jawa—Bali sehingga harus beroperasi di bawah kapasitas optimal," kata Fabby Tumiwa, Chief Executive Officer (CEO) IESR.

Pihak asosiasi menilai keterlambatan pengiriman komoditas akibat dinamika persetujuan Rencana Kerja dan Anggaran Biaya (RKAB) menjadi faktor utama yang menekan ketahanan operasi pembangkit saat ini.

"Ini menunjukkan bahwa ketergantungan pada sistem kelistrikan yang didominasi oleh batu bara dan sistem listrik yang terpusat merupakan ancaman keamanan pasokan energi," tegas Fabby Tumiwa, Chief Executive Officer (CEO) IESR.

Merespons tudingan tersebut, pihak manajemen kementerian memberikan klarifikasi resmi mengenai penyebab utama terhentinya aliran listrik di sejumlah daerah.

"Tidak ada batu bara menipis. Memang ada beberapa gangguan terkait teknis. Kita sudah berkomunikasi dengan PLN untuk mengantisipasi agar peristiwa ini tidak berulang," kata Dwi Anggia, Juru bicara Kementerian ESDM.

Guna mengantisipasi dinamika kebutuhan sektor industri ke depan, pemerintah bersiap melakukan penyesuaian regulasi terkait kuota produksi tambang dalam dokumen kerja tahunan produsen.

Sebelumnya, Direktur Manajemen Pembangkit PLN Rizal Calvary menjelaskan korporasi telah mendapatkan penambahan komitmen volume pasokan dari mitra pemasok hingga akhir tahun ini.

"Sekarang saja kita sudah dapat komitmen RKAB itu 160 juta. Dari awalnya cuma sekitar 152 [juta ton], sekarang jadi 163 [juta ton]. Betul [pasokan aman hingga Desember 2026]," kata Rizal Calvary, Direktur Manajemen Pembangkit PLN.

Berdasarkan data operasional terakhir, posisi stok komoditas kelistrikan tersebut berada pada level 15,9 HOP secara nasional dan 10,31 HOP khusus untuk area Jawa, Madura, dan Bali.

Follow publika.id on Google News Follow
Editors Team
rizka-amelia-kusuma
Author