Mahasiswa Gelar Demonstrasi Tolak Kenaikan Harga BBM dan Sembako di Jakarta

Share

Sejumlah kelompok mahasiswa dari BEM UI dan BEM KM IPB menggelar aksi demonstrasi di kawasan Bundaran HI, Jakarta, pada Jumat (12/6/2026). Aksi unjuk rasa tersebut dilakukan untuk menyoroti pelemahan ekonomi nasional, lonjakan harga bahan pokok, serta kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM).

Massa dari BEM UI mulai berkumpul di lokasi sejak pukul 10.00 WIB setelah bertolak dari kampus Depok, sedangkan massa BEM KM IPB menyusul di titik yang sama pada pukul 13.00 WIB. Gerakan ini mengusung seruan aksi #MenujuIndonesiaBangkrut dan #MenjemputRevolusi untuk mengkritisi penggunaan Anggaran Pendapatan Belanja Negara (APBN).

Kebijakan fiskal pemerintah dinilai bocor oleh pihak BEM UI yang juga menyoroti adanya perampasan independensi Bank Indonesia (BI). Selain itu, komunikasi pemerintah kepada publik dikritik karena dinilai buruk serta mendegradasi perjuangan dan kritik yang digaungkan oleh masyarakat.

Aksi ini terjadi di tengah lonjakan harga energi, seperti dilansir dari Detikcom, yang mencatat kenaikan harga Pertamax dari Rp 12.300 per liter menjadi Rp 16.250 per liter sejak Rabu (10/6). Harga Pertamax Green 95 juga mengalami kenaikan dari Rp 12.900 per liter menjadi Rp 17.000 per liter, sementara harga BBM bersubsidi seperti Pertalite tetap Rp 10.000 per liter dan Biosolar Rp 6.800 per liter.

Pusat Informasi Harga Pangan Strategis (PIHPS) Bank Indonesia pada Minggu (7/6/2026) turut mencatat kenaikan pada seluruh jenis minyak goreng. Minyak goreng curah naik 0,73 persen menjadi Rp 20.700 per kilogram, dan minyak goreng kemasan bermerek 1 naik 0,21 persen menjadi Rp 24.050 per kilogram.

Komoditas pangan lain juga mengalami kenaikan harga, termasuk beras kualitas super I yang naik 0,29 persen dari Rp 17.500 per kilogram dan beras kualitas bawah I naik 0,34 persen menjadi Rp 14.650 per kilogram. Lonjakan tertinggi terjadi pada komoditas bawang merah sebesar 6,99 persen hingga mencapai Rp 54.350 per kilogram.

Kenaikan harga bahan pokok ini juga sudah meluas ke sejumlah daerah di Indonesia. Di Pasar Kediri, Jawa Timur, harga komoditas tercatat naik Rp 1.000 hingga Rp 2.000 per kilogram, sementara di Jembrana, Bali, harga cabai menembus Rp 80.000 per kilogram menjelang hari raya Galungan.

Follow publika.id on Google News Follow
Editors Team
sheila-amara-zahra
Author