Startup Milik Sam Altman Tools for Humanity Lakukan PHK Karyawan

Share

Dua perusahaan yang didirikan oleh Sam Altman kini tengah mengalami situasi yang sangat kontras. Di saat OpenAI mendominasi industri teknologi lewat ChatGPT dan tengah bersiap melakukan IPO, startup miliknya yang lain justru menghadapi masa sulit.

Tools for Humanity, perusahaan yang mengembangkan proyek kripto dan teknologi pemindai mata World (sebelumnya dikenal sebagai Worldcoin), dilaporkan sedang melakukan Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) terhadap para pekerjanya.

Seperti dilansir dari Detik iNET, kebijakan efisiensi ini terpaksa diambil lantaran perusahaan menemui jalan buntu dalam meyakinkan pihak regulator mengenai keamanan data, serta belum mampu membuktikan model bisnis yang menghasilkan keuntungan.

Karyawan Tools for Humanity kabarnya telah menerima pemberitahuan resmi mengenai pengurangan staf ini melalui surat elektronik internal yang dikirim oleh tim HRD pada hari Senin lalu.

Melalui memo internal tersebut, manajemen berdalih bahwa penyesuaian sejumlah posisi dan tim merupakan bagian dari transformasi strategi sekaligus restrukturisasi prioritas operasional. Penjelasan mendalam mengenai keputusan ini akan dipaparkan dalam pertemuan town hall yang dijadwalkan berlangsung pada Rabu (10/6/2026).

Hingga saat ini, manajemen belum merilis angka pasti terkait jumlah pekerja yang terdampak pemangkasan. Namun sebagai catatan, Tools for Humanity mempekerjakan lebih dari 500 orang staf.

Perusahaan rintisan ini sebenarnya memiliki posisi tawar yang kuat dengan valuasi yang menembus USD 2,5 miliar atau setara Rp 40,7 triliun. Nilai tersebut diperoleh berkat kucuran dana ratusan juta dolar dari deretan investor kakap seperti Andreessen Horowitz, Bain Capital Crypto, Khosla Ventures, dan Blockchain Capital.

Tools for Humanity populer di industri teknologi berkat perangkat keras pemindai iris mata bernama "Orb", yang konsep desainnya terinspirasi dari film Lord of the Rings.

Sistem ini dirancang secara futuristis, di mana Orb memindai mata manusia untuk menerbitkan "World ID" sebagai paspor digital yang memvalidasi identitas manusia asli dari bot AI. Pengguna yang bersedia memindai mata kemudian diberi imbalan berupa aset kripto WLD.

Kendati demikian, implementasi di lapangan menghadapi hambatan besar karena tidak mudah meyakinkan publik untuk menyerahkan data biometrik yang sensitif kepada korporasi.

Pada November lampau, World sempat menetapkan target besar untuk menjaring 1 miliar pengguna teregistrasi. Namun, realisasi yang dicapai kala itu bahkan belum menyentuh angka 2% dari target yang dicanangkan.

Tekanan Global dan Pergeseran Strategi Bisnis

Selain kendala pertumbuhan pengguna, Tools for Humanity juga menghadapi tekanan berat dari otoritas pengawas di berbagai belahan dunia.

Sejumlah regulator di kawasan Asia, Amerika Selatan, hingga Eropa kini tengah menginvestigasi, membatasi, bahkan memblokir total operasional Worldcoin akibat kekhawatiran terkait privasi data biometrik.

Situasi pelik ini memposisikan perusahaan dalam mode defensif untuk terus mempertahankan metode penyimpanan data iris mata pengguna. Di waktu yang sama, Tools for Humanity dituntut membuktikan keberlanjutan pendapatan dari perangkat Orb.

Walau didera berbagai sentimen negatif, startup ini masih enggan menyerah. Sejak mengekspansi teknologi mereka ke pasar Amerika Serikat pada Mei 2025 dengan target distribusi 7.500 unit Orb, World tercatat masih mempertahankan operasional mereka di sana.

Kini, manajemen mulai mengalihkan haluan bisnis dengan membidik kemitraan verifikasi berbasis business-to-business (B2B), yang diawali melalui kesepakatan baru bersama platform Tinder, Zoom, dan Docusign.

Follow publika.id on Google News Follow
Editors Team
kartika-dewi-anggraini
Author