IHSG Melonjak ke Level 5987 Berkat Sentimen Damai Global

Share

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dibuka melonjak sebesar 101,14 poin atau naik 1,72 persen ke level 5.987 pada perdagangan Jumat (12/6/2026) pagi. Lonjakan indeks domestik ini selaras dengan penguatan mayoritas bursa utama di kawasan Asia, seperti dilansir dari Bloomberg Technoz.

Data perdagangan Bursa Efek Indonesia (BEI) mencatat volume transaksi mencapai 2,6 miliar saham dengan nilai Rp1,9 triliun dalam 10 menit pertama. Frekuensi perdagangan menyentuh 191.714 kali, dengan rincian 442 saham menguat, 95 saham melemah, dan 149 saham stagnan.

Kenaikan indeks didorong oleh kombinasi stimulus kebijakan dalam negeri serta perkembangan situasi politik internasional. Analisis dari sejumlah sekuritas melihat perbaikan kondisi pasar ditopang oleh rencana aksi korporasi emiten besar hingga meredanya tensi geopolitik global.

BRI Danareksa Sekuritas memaparkan bahwa pergerakan positif pasar didorong oleh sentimen pembagian dividen, pembelian kembali saham oleh emiten besar, serta efisiensi anggaran Makan Bergizi Gratis (MBG).

“Secara teknikal, IHSG diperkirakan bergerak terbatas dengan support di 5.728–5.653 dan resistance di 5.960–6.000,” tulis riset BRI Danareksa Sekuritas.

Untuk pilihan perdagangan, sekuritas ini merekomendasikan saham DSSA, MBMA, dan BBNI. Di sisi lain, Phintraco Sekuritas menyebut tercapainya kesepakatan damai antara Amerika Serikat dan Iran menjadi pemicu utama gairah pasar saham Asia.

“Sementara itu secara teknikal, MACD IHSG berpotensi membentuk golden cross dan IHSG ditutup di atas level MA5 dan MA10,” pasar Phintraco.

Phintraco Sekuritas menjatuhkan pilihan saham hari ini pada ISAT, EXCL, CLEO, INTP, dan AADI. Sementara itu, CGS International Sekuritas Indonesia melihat penguatan bursa Wall Street dan kenaikan harga komoditas menjadi katalis positif bagi pasar.

“IHSG diprediksi akan bergerak bervariasi cenderung menguat dengan kisaran support 5.780–5.675 dan resistance 5.995–6.100,” terang CGS International Sekuritas.

CGS International menjagokan saham TLKM, ISAT, EXCL, UNVR, BBNI, dan BBCA. Di sisi lain, Panin Sekuritas memproyeksikan penguatan indeks turut didorong oleh stabilnya nilai tukar rupiah dan menyarankan saham MIKA, MTEL, serta TOWR.

Follow publika.id on Google News Follow
Editors Team
bram-adhitya-santoso
Author