Gara-Gara SpaceX Melantai di Bursa, Investor Ini Kantongi Rp 1.000 Triliun

Share

Dukungan jangka panjang terhadap inovasi Elon Musk membuahkan hasil finansial yang masif bagi Antonio Gracias. Investor kawakan ini menjadi salah satu sosok yang memperoleh keuntungan paling besar setelah SpaceX resmi melantai di bursa saham Amerika Serikat.

Seperti dikutip dari Detik iNET, nilai kepemilikan saham Gracias beserta perusahaan investasinya, Valor Equity Partners, kini diperkirakan menembus USD 65 miliar atau setara dengan Rp 1.000 triliun. Akumulasi aset tersebut menempatkan dirinya sebagai pemegang saham terbesar kedua di SpaceX tepat di bawah Elon Musk.

Lonjakan kekayaan yang luar biasa ini tidak didapatkan secara instan. Gracias tercatat telah mendampingi dan mendukung langkah bisnis Musk selama kurang lebih 25 tahun, termasuk saat masa-masa penuh ketidakpastian.

Gracias bukan sekadar penanam modal biasa bagi lini bisnis Musk. Hubungan erat keduanya sudah terbangun jauh sebelum Tesla menjelma menjadi korporasi kendaraan listrik raksasa dan sebelum SpaceX rutin meluncurkan roket ke luar angkasa.

Melalui Valor Equity Partners yang berpusat di Chicago, Gracias konsisten mengalirkan modal ke berbagai proyek Musk. Portofolio investasinya mencakup SpaceX, Tesla, SolarCity, Neuralink, hingga The Boring Company.

Komitmen Gracias mendapat ujian berat pada tahun 2008, yang menjadi titik paling krusial dalam sejarah perjalanan SpaceX. Kala itu, perusahaan antariksa ini berada di tepi kebangkrutan akibat rentetan kegagalan peluncuran roket yang diperparah oleh krisis finansial global.

Dalam situasi pelik tersebut, Gracias tetap memilih bertahan dan menyuntikkan dukungan. Ia bahkan dilaporkan sempat menggelontorkan dana pribadi senilai USD 1 juta demi menjaga operasional perusahaan tetap berjalan.

Langkah berisiko di masa lalu itu kini bertransformasi menjadi salah satu investasi paling sukses dalam sejarah Silicon Valley. Hubungan profesional ini kemudian berkembang menjadi ikatan persahabatan yang sangat dekat.

Gracias sempat menduduki posisi sebagai anggota dewan direksi Tesla selama bertahun-tahun. Hingga saat ini, dirinya masih tercatat aktif di dalam jajaran board SpaceX.

Musk beberapa kali melayangkan pujian terhadap loyalitas sahabat dekatnya itu. Menurut Musk, porsi kepemilikan saham besar yang didekap Gracias sekarang merupakan buah dari dukungan tanpa syarat selama bertahun-tahun ketika masa depan SpaceX masih sangat abu-abu.

Kedekatan mereka juga merambah ke ranah personal. Keluarga Gracias dan Musk diketahui kerap menghabiskan waktu bersama di luar agenda pekerjaan resmi.

Nilai Saham Fantastis Pasca-IPO SpaceX

Berdasarkan data dari dokumen IPO SpaceX, Antonio Gracias bersama entitas investasi yang berafiliasi dengan Valor Equity Partners menguasai sekitar 503 juta lembar saham perusahaan.

Dengan valuasi pasar SpaceX yang kini menyentuh angka sekitar USD 1,77 triliun, total nilai kepemilikan tersebut diproyeksikan mencapai USD 65 miliar atau lebih dari Rp 1.000 triliun. Angka ini menempatkan Gracias di posisi elite pemilik saham terbesar setelah Elon Musk.

Nilai aset tersebut masih berpeluang mengalami kenaikan lebih tinggi saat perdagangan publik terus berjalan. Jika minat investor terhadap bisnis peluncuran roket, Starlink, dan proyek kolonisasi Mars tetap kuat, pundi-pundi kekayaan Gracias otomatis akan terkerek naik.

Aksi melantainya SpaceX di bursa saham menjadi momentum besar bagi industri teknologi dan eksplorasi antariksa. Perusahaan yang diinisiasi Musk sejak tahun 2002 ini telah memperluas jangkauan bisnisnya secara signifikan.

SpaceX kini berperan sebagai mitra strategis bagi NASA dan pemerintah Amerika Serikat. Di samping itu, unit bisnis Starlink telah menyalurkan layanan internet berbasis satelit kepada jutaan pengguna di berbagai penjuru dunia.

Kombinasi sektor antariksa, pertahanan, telekomunikasi, serta target eksplorasi Mars memicu keyakinan para investor bahwa SpaceX masih memiliki ruang pertumbuhan yang sangat lebar di masa depan.

Follow publika.id on Google News Follow
Editors Team
rizka-amelia-kusuma
Author