Julián Quiñones Cetak Gol Pertama Piala Dunia 2026 di Meksiko
Penyerang tim nasional Meksiko Julián Quiñones mencetak gol pertama turnamen Piala Dunia 2026 saat menghadapi Afrika Selatan dalam laga pembuka di Estadio Ciudad de México pada Kamis, 11 Juni 2026 waktu setempat. Gol bersejarah tersebut tercipta pada menit kesembilan lewat tendangan kaki kanan mendatar ke dalam kotak penalti.
Gol dari pemain klub Al-Qadisiyah itu memanfaatkan kesalahan pemain Afrika Selatan, Sphephelo Sithole, yang kehilangan kontrol bola. Torehan ini sekaligus menjadi gol kelima Quiñones untuk tim nasional Meksiko sepanjang tahun ini setelah sebelumnya mencetak empat gol dalam laga persahabatan.
Catatan sejarah baru juga tercipta karena Quiñones menjadi pemain kelahiran luar negeri pertama dalam sejarah Piala Dunia yang berhasil mencetak gol pembuka di turnamen tersebut. Pemain naturalisasi ini menyusul nama besar lain seperti Lucien Laurent, Pelé, Paul Breitner, Bernard Lacombe, Jürgen Klinsmann, dan Philipp Lahm yang pernah mencetak gol pertama di edisi Piala Dunia sebelumnya.
Meksiko yang bertindak sebagai tuan rumah bersama Amerika Serikat dan Kanada memasuki kompetisi ini dengan catatan mengesankan lewat raihan 15 gol dan hanya kebobolan dua kali sepanjang tahun 2026. Pelatih kepala Javier Aguirre menunjuk bek Lokomotiv Moscow, César Montes, sebagai kapten tim dalam pertandingan pembuka ini meskipun tanpa kehadiran figur veteran seperti Edson Álvarez dan Guillermo Ochoa.
Persiapan panjang telah dilewati oleh skuad berjuluk El Tricolor tersebut sebelum melakoni laga perdana di stadion bersejarah ini. Javier Aguirre mengungkapkan dinamika pemilihan pemain dalam persiapannya selama hampir dua tahun terakhir.
"Lievamos 22 meses preparándonos y no creo que elegir la convocatoria definitiva haya sido fácil," kata Aguirre setelah kemenangan Meksiko atas Serbia yang dilansir dari GOAL.
Pihak tim nasional Meksiko juga menghadapi kendala kebugaran sejumlah pilar menjelang penentuan daftar skuad akhir. Namun, sang pelatih tetap optimistis dengan perkembangan dan kedalaman tim yang dimilikinya saat ini.
"Ha habido muchos contratiempos por el camino, 12 jugadores lesionados, pero más allá del resultado, creo que vamos en ascenso," ujar Aguirre.
Kombinasi antara pemain muda dan sosok berpengalaman menjadi tumpuan utama tim nasional Meksiko demi memecahkan rekor lolos ke babak perempat final. Aguirre menegaskan kesiapan penuh dari seluruh anggota tim yang dibawa ke turnamen.
"Liegamos en buena forma, con ánimo, hemos recuperado a jugadores y llegamos en el momento adecuado. Los 26 me ofrecen muchas opciones. No veo debilidades ni dificultades en ninguna posición," tutur Aguirre.
Di sisi lain, mantan kapten tim nasional Meksiko Rafael Márquez kini turut mendampingi Aguirre di bangku cadangan sebagai asisten pelatih setelah hampir selalu berpartisipasi dalam setiap edisi Piala Dunia sejak tahun 1998 sebagai pemain. Kehadiran Márquez di dalam tim dinilai memberikan dampak signifikan dalam struktur kepelatihan saat ini.
"La evolución de Rafa ha sido enorme," ucap Aguirre saat memberikan keterangan di Toluca seminggu sebelumnya.
Struktur kepelatihan Meksiko direncanakan akan mengalami transisi kepemimpinan setelah turnamen akbar ini selesai berlangsung. Aguirre mengisyaratkan bahwa asistennya tersebut akan segera mengambil alih kendali tim utama.
"Al principio solo observaba, pero ahora, cuando lo ves entrenar, dices: “Este tipo es un entrenador”. Pronto me haré a un lado y él tomará el relevo. No veo ningún problema," kata Aguirre.
Sementara itu, tim nasional Afrika Selatan di bawah asuhan Hugo Broos telah melakukan adaptasi cuaca di Pachuca sejak awal Juni sebelum menuju ke ibu kota. Skuad Bafana Bafana membawa modal rangkaian hasil uji coba melawan tim-tim wilayah CONCACAF seperti Panama, Nikaragua, dan Jamaika sebelum menantang Meksiko.