Serangan Udara Israel di Tyre Lebanon Melukai 10 Staf Medis
Sepuluh anggota staf medis dan administrasi terluka akibat serangan udara militer Israel yang menargetkan kota bersejarah Tyre, Lebanon selatan, pada Jumat (12/6/2026), seperti dilansir dari Detikcom.
Gempuran tersebut mengakibatkan kerusakan pada tiga fasilitas kesehatan di wilayah tersebut. Kantor Berita Nasional Lebanon melaporkan bahwa operasi militer Israel ini juga menyasar beberapa daerah di Lebanon selatan dan sebuah desa di wilayah Baalbek bagian timur.
Pihak Rumah Sakit Hiram menjadi salah satu yang terdampak paling parah dalam insiden pengeboman di kota pelabuhan kuno tersebut.
"Sebuah area yang terletak sekitar 15 meter (50 kaki) dari rumah sakit menjadi sasaran, dan 10 anggota staf medis dan administrasi terluka," kata pimpinan rumah sakit Hiram, Dr Salman Aydibi.
Ledakan dari proyektil tersebut memecahkan fasilitas luar dan kendaraan di sekitar area medis. Menurut Dr Salman Aydibi, ini merupakan insiden keenam kalinya wilayah sekitar rumah sakitnya menjadi sasaran bom Israel sejak eskalasi konflik dimulai.
"Ini adalah kali keenam area rumah sakit tersebut menjadi sasaran serangan Israel sejak awal perang," katanya.
Sebelum serangan terjadi, militer Israel telah mengeluarkan perintah evakuasi total bagi warga kota Tyre pada Selasa (9/6). Perintah tersebut memicu gelombang pengungsian massal penduduk sipil ke arah utara demi menyelamatkan diri.
Eskalasi di Tyre menyusul serangan udara Israel pada Rabu (10/6) di Sidon yang menewaskan 12 orang. Kementerian Kesehatan Lebanon mengonfirmasi tiga korban di antaranya berada di dalam kendaraan yang menjadi target langsung.
Konflik bersenjata berskala besar ini menyeret Lebanon ke dalam perang Timur Tengah sejak 2 Maret. Ketegangan memuncak setelah kelompok Hizbullah meluncurkan serangan roket ke wilayah Israel sebagai aksi balasan atas pembunuhan pemimpin tertinggi Iran, Ali Khamenei.