Polri Tangkap Bos Kartel Narkoba Australia di Bandara Bali

Share

Bareskrim Polri menangkap bos kartel narkoba asal Australia, Angelo Pandeli, di Terminal Selatan VIP Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai, Bali, pada Sabtu (6/6/2026). Dilansir dari Detikcom, pentolan geng motor terlarang 'Hells Angels' tersebut diringkus saat mencoba melarikan diri menggunakan jet pribadi menuju Mozambik dengan memalsukan dokumen perjalanan.

Buronan internasional ini terdeteksi mendapat status HIT Interpol dengan Blue Notice saat pemeriksaan keimigrasian di bandara. Penangkapan dilakukan oleh tim gabungan Direktorat Tindak Pidana Narkoba Bareskrim Polri yang dipimpin Kombes Handik Zusen, Kombes Kevin Leleury, Kompol Drago, dan Kompol Tohar setelah berkoordinasi dengan pihak imigrasi setempat.

Direktur Tindak Pidana Narkoba Bareskrim Polri, Brigjen Eko Hadi Santoso membenarkan operasi penangkapan tokoh kejahatan terorganisir lintas negara tersebut. Pelaku diketahui menggunakan identitas palsu demi menghindari kejaran aparat penegak hukum setelah terakhir kali terlihat di Manly, Australia pada 9 Oktober 2025.

"Berdasarkan hasil pemeriksaan keimigrasian, ditemukan bahwa George Anderson Mota Correia diduga menggunakan dokumen perjalanan yang bukan miliknya. Hasil pendalaman lebih lanjut mengungkap identitas sebenarnya sebagai Angelo Pandeli, warga negara Australia pemegang paspor Venezuela (diduga palsu)," kata Brigjen Eko Hadi Santoso, Direktur Tindak Pidana Narkoba Bareskrim Polri.

Pihak kepolisian membeberkan bahwa pelaku bertanggung jawab atas penyelundupan narkotika dalam skala besar ke Australia. Saat ini, kepolisian bersama Imigrasi Kelas I Khusus TPI Ngurah Rai sedang mengurus proses pengembalian buronan tersebut ke negara asalnya.

"Saat ini kami bersama Imigrasi Kelas I Khusus TPI Ngurah Rai Bali melakukan koordinasi dengan Australian Federal Police (AFP) untuk melakukan deportasi terhadap Angelo Pandeli ke Australia," kata Brigjen Eko Hadi Santoso, Direktur Tindak Pidana Narkoba Bareskrim Polri.

Australian Federal Police (AFP) sebelumnya menduga Pandeli memiliki paspor palsu Venezuela atau St. Kitts dan Nevis untuk kabur secara diam-diam melalui jalur laut. Pihak otoritas Australia awalnya memperkirakan bos kartel tersebut akan melarikan diri menuju Kamboja atau Vietnam sebelum akhirnya tertangkap di Bali.

Follow publika.id on Google News Follow
Editors Team
tiara-puspita-sari
Author