Studi Ungkap Kebiasaan Makan Ikan Mampu Dongkrak IQ Anak
Nutrisi yang tepat sangat krusial dalam menunjang fase tumbuh kembang anak, terutama untuk mengoptimalkan kecerdasan otak.
Salah satu asupan yang sangat disarankan sejak zaman dahulu adalah hasil laut, yang kini efektivitasnya telah dibuktikan oleh berbagai riset medis.
Sebuah penelitian bahkan menegaskan bahwa anak-anak yang gemar mengonsumsi ikan memiliki tingkat kecerdasan yang lebih tinggi dibandingkan mereka yang jarang memakannya.
Fakta ini diperkuat oleh temuan para peneliti dari Universitas Pennsylvania, seperti dikutip dari laporan HaiBunda.
Dalam riset tersebut, kelompok anak yang rutin mengonsumsi ikan terbukti memiliki skor IQ 4 poin lebih tinggi daripada kelompok yang absen memakannya.
Peningkatan kecerdasan ini terjadi karena zat gizi pada ikan mampu mendongkrak kualitas tidur dan tingkat fokus anak.
Para ahli menjelaskan bahwa durasi dan kualitas tidur yang baik menjadi jembatan utama yang menghubungkan asupan ikan dengan lonjakan fungsi kognitif.
"Ini adalah studi pertama yang menunjukkan bahwa konsumsi ikan yang sering dapat membantu mengurangi masalah tidur, yang dapat bermanfaat bagi fungsi kognitif jangka panjang pada anak-anak," kata salah satu peneliti yang dikutip dari laman CBC.
Melihat dampak positif yang nyata, para pakar sangat menganjurkan orang tua untuk mulai mengenalkan menu ikan kepada anak sejak usia dini.
Bagi anak yang kurang menyukai hidangan laut, orang tua bisa menyiasatinya dengan menyajikan menu ikan minimal satu kali dalam seminggu sebagai langkah pembiasaan.
Kendati demikian, orang tua wajib selektif karena beberapa jenis ikan berpotensi mengandung merkuri tinggi yang berbahaya bagi kesehatan.
Kandungan merkuri yang berlebihan tidak hanya berisiko bagi anak-anak, tetapi juga membawa dampak buruk bagi ibu hamil, menyusui, serta kalangan lansia.
Secara umum, mayoritas ikan didominasi oleh asam lemak omega-3 rantai panjang, khususnya asam eicosapentaenoic (EPA) dan asam docosahexaenoic (DHA) yang menyehatkan jantung.
Beberapa jenis ikan dengan kadar asam lemak tinggi namun memiliki kandungan merkuri yang rendah meliputi ikan teri, ikan capelin, ikan char, ikan hake, dan ikan herring.
Pilihan aman lainnya adalah ikan mackerel Atlantik, ikan mullet, ikan pollock (ikan bluefish Boston), ikan salmon, ikan smelt, ikan trout pelangi, dan ikan whitefish danau.
Konsumsi seafood lain seperti kepiting biru, udang, kerang, remis, serta tiram juga sangat direkomendasikan untuk memenuhi kebutuhan gizi anak.
Selain asam lemak, seluruh jenis ikan ini merupakan lumbung vitamin D serta kaya akan mineral penting seperti selenium, yodium, magnesium, besi, dan tembaga.