Timnas Afrika Selatan Targetkan Babak Gugur Piala Dunia 2026
Timnas Afrika Selatan memastikan diri kembali bersaing dalam ajang Piala Dunia setelah absen pada tiga edisi sebelumnya. Negara yang dijuluki Bafana Bafana ini terakhir kali merasakan atmosfer turnamen sepak bola bergengsi tersebut saat bertindak sebagai tuan rumah.
Kebangkitan performa tim mulai terlihat sejak Hugo Broos ditunjuk menjadi juru taktik. Pelatih asal Belgia tersebut membawa angin segar dengan meloloskan tim yang awalnya hampir gagal melaju ke putaran final Piala Afrika.
Seperti dilansir dari Bloombergtechnoz, langkah berani diambil oleh sang pelatih melalui program peremajaan skuad. Strategi memberikan jam terbang kepada pilar muda terbukti efektif dalam mengarungi kompetisi internasional.
Kombinasi pemain muda menjadi tumpuan utama selama babak kualifikasi. Kehadiran nama-nama baru mampu memberikan kontribusi besar bagi kekuatan lini permainan tim.
Prestasi menjanjikan juga diukir saat mereka merebut peringkat ketiga pada turnamen tingkat benua terdahulu. Catatan tersebut membuat posisi mereka kini diperhitungkan menjelang kompetisi mendatang.
Pada papan klasemen Kualifikasi Zona CAF, tim ini kokoh berada di posisi teratas. Hasil tersebut diraih lewat modal lima kali menang, tiga hasil imbang, dan dua kali menelan kekalahan.
Kini, target baru telah dipasang untuk mencetak sejarah dengan menembus fase sistem gugur. Sepanjang keikutsertaannya, langkah tim dari negara ini selalu kandas di babak penyisihan grup.
Piala Dunia edisi pertama yang diikuti tidak berjalan mulus bagi tim. Langkah awal mereka dibuka dengan kekalahan telak dari tim tuan rumah Prancis dengan skor tiga gol tanpa balas.
Meski demikian, mereka sempat mencuri poin pada pertandingan berikutnya. Dua laga sisa dalam grup tersebut berakhir imbang saat menghadapi perwakilan Eropa dan Timur Tengah.
Perkembangan performa mulai terlihat pada partisipasi kedua di ajang yang berlangsung di Asia. Kemenangan perdana berhasil diraih setelah menumbangkan salah satu wakil Eropa dengan skor tipis.
Mereka juga sempat menahan imbang tim tangguh asal Amerika Latin dalam laga yang sengit. Namun, hasil positif itu belum cukup membawa mereka melaju ke babak berikutnya akibat kalah selisih gol di pertandingan penentu.
Saat menjadi penyelenggara turnamen, performa mengejutkan kembali ditampilkan. Laga pembuka berakhir sama kuat, dan mereka sempat menumbangkan tim raksasa Eropa dengan skor tipis.
Namun, impian melangkah lebih jauh kembali kandas di pertandingan pamungkas grup. Kekalahan dari tim asal Amerika Selatan membuat langkah mereka terhenti, sekaligus meloloskan dua tim rival ke fase selanjutnya.