Benjamin Netanyahu Seru Warga Lebanon Satukan Kekuatan Melawan Hizbullah

Share

Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu mengajak warga Lebanon untuk bersatu melawan kelompok Hizbullah karena menganggap negara tersebut telah disandera oleh kelompok militan sokongan Iran tersebut. Seruan video ini dirilis pada Kamis (11/6/2026) di tengah gempuran militer Israel yang terus menyasar wilayah selatan Lebanon.

Pernyataan pemimpin Israel tersebut muncul bersamaan dengan laporan serangan udara yang dilansir dari Detikcom melalui laporan AFP. Operasi militer ini menargetkan basis-basis Hizbullah sekaligus memicu korban jiwa dari warga sipil di beberapa kota pesisir dan wilayah perbatasan Lebanon.

Dalam rekaman video yang ditujukan langsung kepada masyarakat Lebanon, Netanyahu menegaskan posisi dan tujuan militer negaranya yang tidak menyasar warga sipil.

"Israel tidak berperang melawan Anda. Kami berperang melawan Hizbullah, yang telah menyandera negara Anda," kata Netanyahu, Perdana Menteri Israel.

Pemimpin pemerintahan Israel itu kemudian melanjutkan pesonanya dengan menekankan keinginan mendalam untuk menjalin hubungan baik dengan masyarakat tetangganya tersebut.

"Kami mendambakan perdamaian dengan Anda, dengan Lebanon," ucap Netanyahu, Perdana Menteri Israel.

Lebih lanjut, ia menjanjikan masa depan yang cerah dan kemakmuran bersama apabila kelompok militan tersebut berhasil disingkirkan dari tanah Lebanon.

"Israel menginginkan perdamaian dengan Anda. Raih masa depan Anda. Bergabunglah dengan Israel. Bangun keamanan dan kemakmuran untuk semua anak-anak kita. Dan setelah Hizbullah dibubarkan, kemungkinannya tidak terbatas. Dan kemungkinannya sangat tinggi," cetus Netanyahu, Perdana Menteri Israel.

Sementara diplomasi video berjalan, situasi di lapangan menunjukkan eskalasi kehancuran yang masif. Kantor berita Lebanon, National News Agency (NNA) melaporkan bahwa militer Israel telah membombardir lebih dari 30 lokasi di wilayah selatan dan timur Lebanon sepanjang Rabu (10/6) waktu setempat.

Gempuran udara menyasar kawasan Tayr Debba dan Deir Qanun al-Nahr, termasuk tiga kota yang sebelumnya sudah menerima perintah evakuasi dari militer Tel Aviv. Selain itu, serangan pesawat tanpa awak atau drone dilaporkan menghantam satu unit kendaraan di Sidon, sebuah kota pesisir dekat perbatasan.

Data dari Kementerian Kesehatan Lebanon mencatat sedikitnya 12 orang tewas akibat rangkaian serangan udara tersebut. Sembilan korban jiwa ditemukan di wilayah Tayr Debba, sementara tiga korban meninggal lainnya dievakuasi dari lokasi ledakan mobil di Sidon.

Rangkaian kekerasan mematikan ini terus berlanjut meskipun skema gencatan senjata sebenarnya sudah diberlakukan sejak April lalu. Baik pihak militer Israel maupun kelompok militer Hizbullah sama-sama tidak menghormati kesepakatan tersebut, termasuk menolak proposal gencatan senjata bersyarat yang diajukan pekan lalu.

Follow publika.id on Google News Follow
Topik Terkait: Hizbullah Israel Lebanon
Editors Team
hendra-kurniawan-saputra
Author