Perusahaan Global Tingkatkan Investasi Infrastruktur Teknologi demi AI

Share

Perusahaan di seluruh dunia meningkatkan investasi pada infrastruktur teknologi dalam skala besar demi mengoptimalkan penggunaan kecerdasan buatan (AI) sebagai mesin utama pertumbuhan bisnis. Langkah strategis ini mencakup penguatan fondasi teknologi mulai dari pusat data hingga sistem komputasi dan penyimpanan data, seperti dilansir dari Bloomberg Technoz pada Kamis (11/6/2026).

Peningkatan belanja perusahaan untuk infrastruktur teknologi tersebut tercatat melesat hingga lebih dari 150 persen dalam 12 hingga 15 tahun terakhir. Tren penguatan modal digital ini diprediksi masih terus berlanjut seiring meluasnya implementasi teknologi kecerdasan buatan di berbagai sektor industri global.

General Manager IBM Asia Pacific, Hans Dekker menjelaskan bahwa kebutuhan menjalankan AI secara optimal memaksa korporasi memperkuat fondasi teknologi mereka. Perubahan pendekatan ini menandai pergeseran besar dari yang semula fokus pada efisiensi biaya menjadi penciptaan pertumbuhan baru melalui inovasi dan produk berbasis AI.

"Banyak dari kita mungkin sudah mendengar atau bahkan mengalaminya secara langsung, bahwa investasi perusahaan di bidang infrastruktur telah meningkat lebih dari 150% dalam 12 hingga 15 tahun terakhir, dan tren itu terus berlanjut hingga saat ini," kata Dekker di Jakarta, Kamis (11/6/2026).

Berdasarkan survei internal terhadap lebih dari 2.000 CIO dan CTO di seluruh dunia, implementasi AI diproyeksikan mampu mendongkrak produktivitas perusahaan lebih dari 40 persen pada tahun 2030. IBM juga memperkirakan bahwa pada tahun tersebut, lebih dari 60 persen pengeluaran AI perusahaan akan dialokasikan khusus untuk menciptakan produk, layanan, dan model bisnis baru.

"Cerita pemanfaatan AI telah berubah efisiensi, pengurangan biaya, dan produktivitas menjadi cerita tentang pertumbuhan. Organisasi mulai memanfaatkan AI untuk inovasi dan pengembangan produk," sebut Dekker.

Kondisi baru tersebut dinilai akan membuat kebutuhan terhadap infrastruktur teknologi semakin besar karena perusahaan wajib mengelola data, menjalankan model AI, dan mengintegrasikan sistem secara lebih cepat. Korporasi yang mengadopsi AI dan teknologi pendukung sejak awal dilaporkan telah mulai memperoleh hasil yang signifikan.

"Dengan menggunakan dua teknologi utama, yaitu AI and hybrid, di seluruh operasi perusahaan kami, IBM telah memperoleh sekitar US$4,5 miliar produktivitas dalam lima tahun terakhir. Itu bukan estimasi atau proyeksi, tetapi angka yang tercatat dalam laporan publik kami," pungkas Dekker.

Follow publika.id on Google News Follow
Editors Team
yoga-prasetyo-nugroho
Author