Pria Asal Palu Jalani Transplantasi Ginjal Setelah Alami Hipertensi
Seorang pria berusia 28 tahun bernama Ivan Fahrurozi asal Palu, Sulawesi Tengah, menjalani transplantasi ginjal pada Mei 2026 setelah didiagnosis menderita gagal ginjal kronis stadium 5 akibat hipertensi yang tidak terkontrol.
Kisah perjuangan Ivan tersebut menjadi viral di media sosial setelah ia membagikan pengalamannya melalui konten digital, sebagaimana dilansir dari Detik Health pada Rabu (10/6/2026).
Riwayat medis Ivan menunjukkan bahwa ia pertama kali menerima diagnosis penyakit gagal ginjal kronis tersebut pada awal tahun 2025.
Sebelumnya, Ivan sempat menghindari konsumsi obat hipertensi secara rutin karena kekhawatiran yang keliru bahwa obat-obatan tersebut dapat merusak organ ginjalnya.
Kekeliruan pemahaman mengenai fungsi obat penurun tekanan darah tinggi itu kemudian dijelaskan oleh Ivan melalui media sosial.
"Karena kita beranggapan kalau minum obat terus mengalami gagal ginjal. Itu salah. Justri obat hipertensi itu yang melindungi ginjal," cerita Ivan.
Ketakutan yang bersumber dari informasi keliru juga sempat membuat Ivan menolak anjuran tim medis untuk melakukan prosedur cuci darah, sehingga ia memilih beralih ke metode pengobatan alternatif.
Meskipun telah menghabiskan biaya hingga puluhan juta rupiah untuk pengobatan alternatif tersebut, kondisi kesehatan Ivan justru semakin memburuk hingga mengalami gejala fisik yang berat.
Penurunan kondisi fisik yang signifikan tersebut akhirnya membuat tubuh Ivan tidak mampu bertahan lagi hingga ia memutuskan mengikuti saran medis pada akhir tahun 2025.
"Akhirnya tubuh saya menyerah, bengkak, sesak, tubuh menghitam, tidak bisa bergerak, muntah. Akhirnya saya di akhir 2025 saya cuci darah, dan betul kata dokter, cuci darah tak seburuk apa yang kita pikirkan," cerita Ivan.
Ivan kemudian menjalani prosedur rutin cuci darah tersebut selama jangka waktu tiga hingga empat bulan.
Setelah melewati masa cuci darah, ia merasakan adanya perubahan positif dan perbaikan yang signifikan pada kondisi fisik harian yang dirasakannya.
"Tubuh saya lebih ringan, napas lebih lega, bergerak enak, dan tidak muntah lagi," sambungnya.
Fase pengobatan Ivan berlanjut pada Mei 2026 saat ia memutuskan mengambil tindakan operasi transplantasi ginjal dengan menerima donor organ dari ayah kandungnya.
Prosedur pencangkokan organ tersebut berhasil memulihkan kondisi kesehatan Ivan secara menyeluruh sehingga ia dapat kembali beraktivitas tanpa perlu melakukan cuci darah.
"Setelah transplantasi ginjal kehidupan kembali normal tidak cuci darah, makan sudah bebas, dan bisa beraktivitas seperti biasanya," cerita Ivan.
Melalui publikasi kisah hidupnya, Ivan kini aktif mengedukasi masyarakat mengenai bahaya gagal ginjal serta memberikan panduan mengenai prosedur transplantasi ginjal melalui akun media sosial pribadinya.
"Jadi teman-teman yang ingin transplantasi, ingin caranya seperti apa, akhirnya saya membuat akun medsos dan membantu yang ingin transplantasi," tandas Ivan.