Film Animasi Garuda Di Dadaku Resmi Tayang di Bioskop Seluruh Indonesia
Kabar gembira datang bagi para pencinta sinema di Tanah Air. Film animasi keluarga yang telah lama dinantikan, Garuda Di Dadaku, kini resmi menyapa para penonton di bioskop seluruh Indonesia mulai 11 Juni 2026, seperti dikutip dari Detikcom.
Mengusung tema tentang keberanian serta besarnya kekuatan dari sebuah kepercayaan, karya layar lebar ini menjanjikan petualangan yang hangat dan emosional. Sajian ini juga dibalut dengan nuansa penuh tawa yang cocok dinikmati oleh seluruh anggota keluarga.
Kisah dalam film Garuda Di Dadaku berfokus pada figur Putra (Keanu Azka), seorang anak laki-laki yang memendam impian besar untuk menjadi pemain tim nasional Indonesia. Perjalanan Putra dalam mengejar cita-citanya itu diwarnai oleh beragam momen keraguan hingga kegagalan.
Langkah Putra untungnya tidak sendirian karena ia ditemani oleh Gaga (Kristo Immanuel), seekor Garuda kecil magis yang membantunya memulihkan keberanian untuk terus melangkah. Selain itu, hadir pula Naya (Quinn Salman), sahabat setia yang senantiasa mengingatkan bahwa tiada mimpi yang terlalu besar jika dihadapi bersama-sama.
Sutradara Ronny Gani mengutarakan bahwa proyek film ini sebenarnya lahir dari sebuah pengalaman personal. Pengalaman tersebut mengenai bagaimana bentuk dukungan dari orang lain mampu membangkitkan kembali rasa percaya diri di dalam diri seorang anak.
Selaras dengan pandangan sang sutradara, produser Shanty Harmayn memberikan penegasan mengenai pesan penting dalam karya ini. Film ini menjadi pengingat bagi para orang tua mengenai besarnya dampak yang dihasilkan dari sebuah bentuk dukungan sederhana.
Produksi film ini menjadi wujud kolaborasi berskala besar yang berhasil melibatkan ratusan kreator berbakat dari belasan studio animasi lokal. Beberapa studio yang terlibat di antaranya KAWI Animation, Imaji Studio, Manimonki Studio, Leomotions Studio, Robot Playground Media, dan Ayena Studio.
Kreator dari BRD Studio, Bara Studio, AtomicTune Studio, Loom Creations, Moving Things Production, IMV Studio, Shark Animation, LiteFX, hingga Brown Bag Films Bali turut ambil bagian dalam merampungkan proyek besar ini.
Prestasi Internasional dan Jajaran Pengisi Suara
Sebelum memulai masa penayangan resminya, interpretasi animasi terbaru dari Intellectual Property (IP) legendaris karya Salman Aristo dan Shanty Harmayn ini sudah mengukir prestasi membanggakan di panggung internasional.
Garuda Di Dadaku sukses menembus nominasi untuk kategori Animation dalam ajang Golden Goblet Awards di Shanghai International Film Festival 2026. Dalam festival tersebut, karya anak bangsa ini bersaing ketat dengan film-film animasi global asal Brasil, Swedia, Prancis, hingga Argentina.
Sinema ini diproduseri oleh Shanty Harmayn, Aoura Lovenson Chandra, serta Tanya Yuson. Karakter-karakter di dalamnya dihidupkan melalui dukungan jajaran pengisi suara ternama lintas generasi.
Aktor dan figur populer seperti Ibnu Jamil, Revalina S. Temat, Sal Priadi, Ringgo Agus Rahman, Zee Asadel, Oki Rengga, Emir Mahira, hingga Bima Sena terlibat langsung dalam pengisian suara. Sektor musik pun digarap megah dengan menyajikan dua original soundtrack, yaitu "Garuda Di Dadaku" yang dibawakan oleh Isyana Sarasvati dan "Bersama Sang Garuda" oleh Quinn Salman.