TVRI Gandeng Telkomsel Siarkan Seluruh Pertandingan Piala Dunia 2026
Lembaga Penyiaran Publik TVRI selaku pemegang hak siar resmi bersiap menayangkan seluruh 104 pertandingan Piala Dunia 2026 yang akan dimulai pada Jumat, 12 Juni 2026 pukul 02.00 WIB. Guna memperluas jangkauan, stasiun televisi nasional ini berkolaborasi dengan platform digital MAXStream dan Fola Play.
Kesiapan teknis penyiaran turnamen yang diikuti oleh 48 tim ini dipastikan setelah melalui sejumlah uji coba siaran langsung pertandingan persahabatan pada awal Juni.
"Kami sudah melakukan semacam uji coba atau simulasi melalui pertandingan friendly match. Kami menyiarkan friendly match, dua pada tanggal 7 (Juni) dan satu pada tanggal 8," kata Usman Kansong, Kepala Redaksi Piala Dunia TVRI dikutip Antara melalui Kompas.tv.
Perluasan akses ini didukung oleh Telkomsel yang menyediakan infrastruktur jaringan 5G serta paket data khusus bagi pelanggan yang ingin menyaksikan turnamen melalui aplikasi mobile.
"Kami memahami bahwa Piala Dunia bukan hanya tentang pertandingan, tetapi perjalanan yang menyatukan. Telkomsel berkomitmen memastikan pelanggan di seluruh Indonesia dapat menikmati setiap momen, dari babak awal hingga final, dengan mudah dan nyaman," ujar Lionel Chng, Direktur Marketing Telkomsel dilansir kumparan.com.
Penyediaan paket kuota data ini dibarengi dengan pemberian 100 ribu akses gratis untuk program Bola Gembira di MAXStream TV demi menjangkau penonton di berbagai pelosok wilayah.
“Telkomsel terus berupaya untuk mewujudkan komitmen Melayani Sepenuh Hati dengan memastikan layanan yang mudah, andal, dan relevan sehingga setiap momen penting dapat dinikmati masyarakat dengan nyaman di mana pun berada,” imbuhnya.
Pihak TVRI menegaskan bahwa penayangan ajang sepak bola terbesar di dunia ini akan diupayakan seoptimal mungkin agar dapat menjangkau seluruh lapisan masyarakat tanpa sekat pembatas.
“TVRI berkomitmen memastikan seluruh pertandingan dapat diakses lebih luas melalui siaran Free-To-Air maupun layanan OTT, sehingga seluruh masyarakat Indonesia dapat menikmati Piala Dunia tanpa batasan,” jelas Retno Wulan Kartiko Purbodjati, Direktur Pengembangan dan Usaha TVRI.
Masyarakat dapat menyaksikan tayangan gratis ini secara langsung melalui saluran TVRI Nasional atau TVRI Sport dengan menggunakan antena digital atau perangkat Set Top Box (STB) DVB-T2 bagi pemilik televisi analog.
Langkah penyiaran gratis ini mendapat perhatian khusus dari pemerintah pusat yang mendorong pemanfaatan momentum olahraga sebagai penggerak aktivitas ekonomi masyarakat.
“Iya mengajak seluruh gubernur, bupati, dan wali kota di seluruh Indonesia untuk mengadakan dan menyemarakkan kegiatan nonton bareng Piala Dunia 2026 di daerah masing-masing,” ujar Erick Thohir, Menteri Pemuda dan Olahraga dalam rilis pers yang diterima Kompas.com.
Aktivitas menonton bersama dinilai berpotensi menggerakkan sektor usaha mikro kecil menengah (UMKM) lokal melalui penciptaan titik-titik keramaian baru yang tertib dan aman.
“Ketika masyarakat berkumpul untuk menonton pertandingan bersama, akan tercipta keramaian yang sehat dan produktif. Pedagang makanan dan minuman, warung kopi, pelaku UMKM, hingga berbagai usaha kecil lainnya akan mendapatkan manfaat ekonomi dari meningkatnya jumlah pengunjung. Ini adalah peluang yang harus kita dorong bersama,” katanya.
Akses gratis yang disediakan stasiun TV negara ini disebut sebagai wujud kebijakan yang meringankan beban masyarakat karena tidak memerlukan biaya berlangganan tambahan.
“Saya juga ingin menyampaikan terima kasih kepada Bapak Presiden Prabowo Subianto yang telah memberikan perhatian besar kepada masyarakat Indonesia sehingga tayangan Piala Dunia 2026 dapat dinikmati secara gratis melalui TVRI. Ini merupakan kebijakan yang sangat berpihak kepada rakyat,” ujarnya.
Penyediaan ruang publik untuk penayangan pertandingan juga direncanakan di wilayah DKI Jakarta melalui pemanfaatan fasilitas milik pemerintah daerah.
“Yang pertama, banyak BUMD kita dan OPD-OPD sudah meminta untuk diperbolehkan melakukan siaran langsung Piala Dunia,” kata Pramono Anung, Gubernur DKI Jakarta dilansir detikcom.
Kendati memberikan izin penggunaan fasilitas operasional, pemerintah daerah memberikan catatan ketat mengenai pengelolaan waktu pelaksanaan agar tidak menurunkan produktivitas kerja.
“Problemnya adalah karena harinya, jamnya itu jam orang bekerja. Yang paling penting, jangan sampai kemudian mengganggu orang yang sedang bekerja. Karena jamnya adalah jam orang bekerja,” ujarnya.
Sebagian besar pertandingan di benua Amerika tersebut memang terjadwal bertepatan dengan waktu aktivitas rutin dinas dan pelayanan publik di Indonesia.
“Kebanyakan jam 9, jam 10, jam 11, sehingga ini menjadi persoalan tersendiri kalau tidak dikelola secara baik,” ungkapnya.
Meski terdapat tantangan perbedaan zona waktu, kebijakan pemberian ruang menonton ini tetap diberikan mengingat besarnya antusiasme publik terhadap dinamika kompetisi global.
“Tetapi secara prinsip, saya akan memberikan ruang. Apa pun masyarakat ataupun ASN ataupun publik juga perlu untuk memanfaatkan Piala Dunia,” ucapnya.
Gelaran turnamen akbar ini dipandang memiliki daya pikat tersendiri yang melampaui aspek kompetisi olahraga di lapangan hijau.
“Menurut saya, menjadi semakin menarik karena tidak semata-mata persoalan bola, tetapi ketika geopolitik yang seperti ini sehingga dengan demikian menjadi lebih menarik,” imbuhnya.
Pertandingan pembuka turnamen ini akan mempertemukan tim nasional Meksiko melawan Afrika Selatan pada Jumat dini hari, sedangkan laga puncak dijadwalkan berlangsung pada 20 Juli 2026.