Korsel dan Uni Eropa Tolak Akui Korea Utara Negara Nuklir

Share

Pemerintah Korea Selatan dan Uni Eropa secara tegas menolak untuk mengakui Korea Utara sebagai negara pemilik senjata nuklir dalam pertemuan bilateral di Brussel pada Rabu (10/6/2026).

Kesepakatan tersebut diambil guna memperkuat komitmen denuklirisasi di Semenanjung Korea, dilansir dari Bloombergtechnoz.

Presiden Korea Selatan Lee Jae Myung melakukan kesepakatan tersebut bersama Presiden Komisi Eropa Ursula von der Leyen dan Presiden Dewan Eropa Antonio Costa, sekaligus meningkatkan kerja sama pertahanan termasuk pertukaran informasi rahasia.

Langkah diplomasi ini dilakukan tidak lama setelah China dan Korea Utara mengadakan Konferensi Tingkat Tinggi yang sama sekali tidak membahas persoalan nuklir secara terbuka kepada publik.

"tidak akan pernah" tegas Uni Eropa dan Korsel dalam sebuah pernyataan bersama mengenai pengakuan status nuklir Korea Utara.

Pihak Uni Eropa dan Korea Selatan mengeluarkan sikap resmi tersebut di tengah rangkaian kunjungan Eropa Presiden Lee Jae Myung ke Italia dan Prancis sebelum menghadiri KTT G-7 pekan depan.

"DPRK (Republik Demokratik Rakyat Korea) tidak akan pernah diterima sebagai negara pemilik senjata nuklir," tegas Uni Eropa dan Korsel dalam sebuah pernyataan bersama.

Selain masalah nuklir, Korea Selatan dan Uni Eropa turut mengecam keras kolaborasi militer yang terjadi antara Rusia dan Korea Utara saat ini.

Para pemimpin Eropa juga memanfaatkan momentum tersebut untuk mendesak Presiden Rusia Vladimir Putin segera menyepakati gencatan senjata total tanpa syarat di Ukraina.

Follow publika.id on Google News Follow
Editors Team
gilang-permana-putra
Author