Polri Aktifkan Kembali Satgas Antimafia Bola Jelang Piala Dunia 2026
Kepolisian Republik Indonesia mengaktifkan kembali satuan tugas antimafia bola menjelang pembukaan Piala Dunia 2026 yang berlangsung di Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko. Langkah ini diambil untuk menekan potensi pelanggaran hukum, khususnya maraknya praktik perjudian sepak bola selama turnamen berlangsung.
Pengaktifan satuan khusus tersebut merupakan upaya Korps Bhayangkara dalam menjaga agar turnamen sepak bola empat tahunan ini tetap menjadi hiburan sehat dan menjunjung sportivitas. Informasi mengenai kebijakan ini dilansir dari Bloomberg Technoz pada Kamis (11/06/2026).
Kepala Kepolisian Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo menegaskan komitmen institusinya untuk menghidupkan kembali struktur penegakan hukum di bidang olahraga tersebut guna mencegah tindakan yang merusak esensi pertandingan.
"Beberapa waktu lalu kita pernah membentuk Satgas Anti-Mafia Bola. Tentunya satgas ini akan kita hidupkan kembali," ujar Listyo Sigit Prabowo, Kapolri Jenderal Polisi.
Piala Dunia dinilai Kapolri sebagai momentum hiburan bagi seluruh lapisan masyarakat yang harus bersih dari tindakan ilegal kelompok tertentu.
"Jangan sampai momentum hiburan Piala Dunia ini dimanfaatkan oleh kelompok tertentu untuk melakukan pelanggaran hukum yang justru merusak semangat sportivitas," kata Listyo Sigit Prabowo, Kapolri Jenderal Polisi.
Masyarakat juga diimbau agar menghindari aktivitas taruhan karena regulasi hukum di Indonesia telah mengatur sanksi perjudian secara tegas.
"Perjudian merupakan pelanggaran hukum yang aturannya sudah sangat jelas. Karena itu, masyarakat harus menghindari segala bentuk aktivitas yang berkaitan dengan perjudian," ujar Listyo Sigit Prabowo, Kapolri Jenderal Polisi.
Selain penegakan hukum dan pencegahan judi, kepolisian menyediakan fasilitas menonton aman lewat kerja sama dengan LPP TVRI. Acara nonton bareng akan digelar secara masif dari tingkat pusat hingga daerah.
"Kami dari Polri akan mengajak masyarakat untuk mengikuti kegiatan nobar, mulai dari Mabes Polri, polda, polres, hingga polsek di seluruh wilayah Indonesia," kata Listyo Sigit Prabowo, Kapolri Jenderal Polisi.