Menteri Perdagangan Alihkan Kewajiban DMO ke PT Danantara Sumberdaya Indonesia

Share

Kewajiban memenuhi kebutuhan pasar dalam negeri atau domestic market obligation (DMO) diisyaratkan bakal diambil alih oleh PT Danantara Sumberdaya Indonesia (DSI) dari Kementerian Perdagangan pada Kamis (21/5/2026).

Pengalihan wewenang kebijakan DMO tersebut dilansir dari Bloomberg Technoz akan dieksekusi secara otomatis setelah regulasi ekspor baru melalui PT DSI berjalan efektif sepenuhnya.

Menteri Perdagangan Budi Santoso memberikan penjelasan mengenai proses transisi ini saat ditemui di kantor Kemenko Perekonomian di Jakarta.

"Kalau ini sudah berjalan penuh, DMO itu [akan dialihkan ke] PT DSI otomatis. Kan dia eksportinya nanti," ujar Budi Santoso, Menteri Perdagangan.

Pada tahap pertama yang berlangsung selama tiga bulan dari Juni hingga awal September, PT DSI bertugas memastikan kelancaran transaksi perdagangan berjalan normal sesuai mekanisme pasar.

Fase kedua kemudian akan diterapkan setelah evaluasi tahap pertama selesai, di mana PT DSI bakal bertindak sebagai pembeli langsung komoditas strategis dari para eksportir domestik.

Menteri Perdagangan menambahkan bahwa pada fase kedua tersebut PT DSI memegang kendali penuh atas penyaluran komoditas ekspor andalan yang wajib DMO, termasuk minyak kelapa sawit (CPO).

"Nanti kalau sudah mulai [tahap kedua] sepenuhnya, otomatis BUMN-nya. Maksudnya, ketika BUMN ekspor komoditas punya kita [yang sudah dibeli], ini untuk mempunyai bargaining position yang kuat dalam pembentukan harga," tutur Budi Santoso, Menteri Perdagangan.

Pemerintah bergerak cepat dengan menjadwalkan agenda sosialisasi bersama para pelaku usaha dalam negeri pada Kamis sore untuk membahas teknis kebijakan baru ini.

Otoritas perdagangan saat ini juga sedang merampungkan revisi Peraturan Menteri Perdagangan (Permendag) terkait yang ditargetkan selesai paling lambat esok hari.

"Teknisnya nanti jam 4 sosialisasi," kata Budi Santoso, Menteri Perdagangan.

Langkah penyesuaian regulasi ini diharapkan mampu mendongkrak nilai tawar Indonesia sebagai salah satu produsen dan eksportir terbesar komoditas dunia.

"Seperti biasa juga, ini hanya diganti saja eksportir ke BUMN ekspor ini. Dengan harapan harganya akan lebih bagus, karena kita yang punya produk. Kita kan eksportir CPO nomor satu, seharusnya harga juga dari kita yang paling menentukan," kata Budi Santoso, Menteri Perdagangan.

Follow publika.id on Google News Follow
Editors Team
danto-wijaya-kusuma
Author