PANI Alokasikan Dividen Rp90 Miliar untuk Danai Proyek PIK 2

Share

PT Pantai Indah Kapuk Dua Tbk (PANI) menetapkan pembagian dividen tahun buku 2025 sebesar Rp90 miliar dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) pada Kamis (11/6/2026). Alokasi laba yang relatif kecil tersebut diputuskan demi memenuhi kebutuhan pendanaan skala besar di kawasan PIK 2.

Nilai dividen yang disetujui tersebut setara dengan Rp5 per saham, atau mengambil porsi sekitar 7 persen dari total laba bersih perseroan, sebagaimana dilansir dari Bloomberg Technoz. Manajemen emiten properti ini memprioritaskan arus kas untuk ekspansi infrastruktur.

Sekretaris Perusahaan PANI, Christy Grassela memaparkan bahwa korporasi saat ini membutuhkan likuiditas yang besar untuk menyokong pengerjaan klaster perumahan, ruko, serta fasilitas penunjang lainnya.

"Secara nominal per saham mungkin tidak terlalu signifikan. Namun, ini merupakan salah satu upaya yang dapat kami lakukan saat ini," kata Christy Grassela, Sekretaris Perusahaan PANI.

Arus kas PANI bersama anak usahanya, CBDK, difokuskan untuk mendanai beberapa proyek sumber pendapatan berulang (recurring income). Proyek tersebut meliputi Nusantara International Convention Exhibition (NICE) dan Hilton Hotel PIK 2.

"Masih terdapat kebutuhan cash flow di level PANI maupun CBDK untuk mendukung pengembangan usaha ke depan," imbuh Christy Grassela.

Pihak manajemen tetap mematok target marketing sales tahun 2026 sebesar Rp4,3 triliun dengan realisasi per April mencapai 23 persen. Meski begitu, fluktuasi suku bunga dan dinamika geopolitik global menjadi tantangan eksternal utama.

"Semoga target tersebut dapat tercapai, meskipun terdapat tantangan seperti pergerakan suku bunga dan kondisi geopolitik global yang berada di luar kendali kami sebagai pengembang properti," ujar Christy Grassela.

Direktur PANI, Yohanes Edmond Budiman menambahkan bahwa kebijakan moneter berimbas langsung pada daya beli pasar. Kendati demikian, segmen properti menengah ke atas hingga premium dinilai masih memiliki daya tahan yang solid.

"Meskipun konsumen saat ini menjadi lebih selektif dalam mengambil keputusan pembelian, kami masih melihat minat yang cukup baik terhadap produk-produk kami karena pembeli umumnya mempertimbangkan kualitas produk, kualitas lokasi, serta pengembangan kawasan yang berkelanjutan," ujar Yohanes Edmond Budiman, Direktur PANI.

Follow publika.id on Google News Follow
Editors Team
yoga-prasetyo-nugroho
Author