Kemenkes Buka Suara Terkait Peresmian RSUD KH Muhammad Thohir

Share

Kementerian Kesehatan memberikan klarifikasi terkait polemik peresmian Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) KH Muhammad Thohir Krui di Kabupaten Pesisir Barat, Lampung, pada Rabu (10/6/2026) yang dituding netizen hanya bersifat seremonial karena keterbatasan alat kesehatan.

Klarifikasi ini muncul setelah beredarnya narasi viral di media sosial yang mengkritik kesiapan fasilitas kesehatan tersebut, dilansir dari Detik Health. Isu ini mencuat setelah Menteri Kesehatan RI Budi Gunadi Sadikin memberikan jawaban atas pertanyaan Presiden Prabowo Subianto mengenai ketersediaan alat Magnetic Resonance Imaging (MRI) di lokasi.

"Seremoni mewah di atas janji kosong, RS belum siap kok sudah diresmikan?" demikian narasi yang viral beredar di media sosial.

Menteri Kesehatan menjelaskan bahwa pihak kementerian mendahulukan penyediaan CT Scan dibandingkan MRI karena pertimbangan efisiensi anggaran negara. Hal tersebut terungkap saat mendampingi Presiden Prabowo Subianto dalam peninjauan fasilitas kesehatan tersebut.

"MRI ada? Ada MRI?" tanya Prabowo kepada Menkes dikutip dari siaran kanal YouTube Sekretariat Presiden.

Pemerintah pusat memprioritaskan penempatan alat medis dengan harga yang lebih terjangkau di rumah sakit tingkat kabupaten, sementara alat yang lebih mahal ditempatkan di tingkat provinsi.

"Kita pasangnya CT Scan, Pak. Kalau MRI karena harganya Rp 20-an miliar, Pak, kalau CT Scan tuh harganya masih Rp 9 miliar, kita taruhnya di provinsi. Untuk jantung kita pakai Cathlab," lanjut Menkes.

Budi Gunadi Sadikin juga menyampaikan permohonan maaf karena sejumlah alat kesehatan yang telah dipesan masih dalam proses pengiriman menuju lokasi.

"Cathlabnya ada, Pak. Cuma sedang on the way, Pak. Mohon maaf nih, ini perbaikan saya. Gedungnya jadi, baru diorder. Saya harusnya gedung sebelum jadi sudah diorder," tuturnya.

Sementara itu, Direktur Jenderal Pelayanan Kesehatan Kemenkes Azhar Jaya memberikan tanggapan tegas mengenai operasional rumah sakit yang dipastikan sudah berjalan untuk melayani masyarakat. Pria yang akrab disapa Aco itu menjelaskan ada prosedur perizinan yang harus dipenuhi sebelum alat canggih bisa dioperasikan.

"Jadi untuk kita kirim cath lab ruangannya kan harus uji kelayakan dulu lewat BAPETEN ini bocor atau tidak, nah ini kan perlu waktu dan memang nggak bisa cepat," saat ditemui detikcom di Kemenkes RI Kamis (11/6/2026).

Pemerintah memutuskan untuk segera mengoperasikan rumah sakit yang bangunannya sudah selesai demi memangkas waktu perjalanan warga yang sebelumnya harus menempuh jarak jauh untuk berobat.

"Masyarakat itu senang banget, dapat RS bagus, pelayanan bagus, mereka tuh pengen segera memanfaatkan. Sementara kalau nunggu ini butuh waktu tiga sampai empat bulan lagi," tegas dia.

Follow publika.id on Google News Follow
Editors Team
kartika-dewi-anggraini
Author