Victor Wembanyama Menangkan San Antonio Spurs pada Gim 3 Final NBA
Pebasket San Antonio Spurs Victor Wembanyama tampil dominan untuk membawa timnya memetik kemenangan 115-111 atas New York Knicks pada laga ketiga Final NBA di Madison Square Garden, New York, Senin malam, 8 Juni 2026.
Hasil tersebut memperkecil ketertinggalan San Antonio Spurs menjadi 2-1 dalam seri pertandingan berformat best-of-seven sekaligus memutus rekor 13 kemenangan beruntun milik New York Knicks.
Victor Wembanyama menyumbang 32 poin, delapan rebound, dan enam asis dengan efektivitas tembakan mencapai 61,1 persen dari lapangan serta 50 persen untuk tembakan tiga angka.
Selain Wembanyama, Stephon Castle turut mengemas 23 poin termasuk lemparan tiga angka krusial di sisa waktu 1 menit 53 detik, sementara De'Aaron Fox menyumbang poin penting di fase akhir laga.
Di kubu New York Knicks, Jalen Brunson memimpin perolehan angka dengan 32 poin disusul OG Anunoby yang mencetak 28 poin di hadapan publik tuan rumah yang dihadiri Presiden Donald Trump.
Laga ini sempat diwarnai kontroversi saat Wembanyama mendorong Jalen Brunson pada kuarter pertama namun lolos dari hukuman, yang kemudian dikritik karena NBA memutuskan tidak menaikkan status pelanggaran tersebut menjadi flagrant foul.
Pelatih San Antonio Spurs Mitch Johnson memberikan apresiasi terhadap motivasi besar dan performa kuat yang ditunjukkan oleh pemain andalannya tersebut sepanjang pertandingan luar ruangan yang sengit itu.
"I’m sure Victor has numerous sources of motivation," ujar Mitch Johnson, Pelatih San Antonio Spurs.
Johnson menilai kontribusi besar sang pemain di atas lapangan tidak mengejutkan pihak manajemen tim.
"I don’t think any of us are surprised or expect anything different than a strong performance," kata Mitch Johnson, Pelatih San Antonio Spurs.
Wembanyama sendiri mengakui besarnya tekanan atmosfer pertandingan saat bermain di markas New York Knicks yang dipadati oleh pendukung lawan.
"At home, it really feels like playing six against five. Here, it feels like five against six," kata Victor Wembanyama, Pemain San Antonio Spurs.
Pemain asal Prancis itu menambahkan bahwa situasi tekanan suporter di laga tandang justru membuktikan karakter asli sebuah tim.
"It really shows what teams are made of," ujar Victor Wembanyama, Pemain San Antonio Spurs.
Sementara itu, Pelatih New York Knicks Mike Brown melayangkan protes terkait perbedaan jumlah kesempatan tembakan bebas yang didapat kedua tim pada paruh kedua pertandingan.
"I tell the guys, it’s a seven-game series for a reason," kata Mike Brown, Pelatih New York Knicks.
Brown menegaskan bahwa San Antonio Spurs merupakan tim tangguh yang diisi pemain ikonik serta pelatih berkualitas tinggi.
"They are a great team. They are well-coached. They have an iconic player. It’s not going to be easy," ujar Mike Brown, Pelatih New York Knicks.
Di sisi lain, mantan pemain sepak bola Amerika Cris Carter menyamakan bakat Wembanyama dengan legenda NBA Dirk Nowitzki melalui podcast Fully Loaded.
"Dirk (Nowitzki) would tell you, at 22, he wished he could shoot like Wemby. Dirk couldn’t shoot off the dribble, man. He’s a spot-up shooter. No, he cannot shoot like him. If they have a three-point shooting contest on the move, there’s no discredit. Wemby is one of a lifetime," ujar Cris Carter, Pro Football Hall of Famer.
Namun, tanggapan berbeda datang dari pembawa acara Dan Patrick yang mengkritik kepemimpinan wasit dan keputusan NBA terkait pelanggaran Wembanyama kepada Jalen Brunson.
"There was something yesterday that was decided that Victor Wembanyama did not get a flagrant foul," kata Dan Patrick, Host Dan Patrick Show.
Patrick membeberkan bahwa otoritas wasit NBA sebenarnya telah mengakui adanya kesalahan keputusan di lapangan atas insiden kontak fisik tersebut.
"The NBA went and looked. Their senior vice president of referee development and training, Monty McCutchen, admitted a foul should have been called on Wemby with the shove to Jalen Brunson’s upper body," ujar Dan Patrick, Host Dan Patrick Show.
Ia berargumen tindakan penyerangan fisik dari Wembanyama seharusnya diganjar hukuman pelanggaran berat.
"Now, they didn’t call a flagrant. They should have called a flagrant because that’s what it was," kata Dan Patrick, Host Dan Patrick Show.
Pertandingan berikutnya atau Gim 4 dijadwalkan berlangsung pada Rabu malam waktu setempat di arena yang sama.