Knicks Cetak Rekor Kebangkitan Terbesar Sepanjang Sejarah Final NBA
New York Knicks mencetak sejarah baru setelah berhasil membalikkan ketertinggalan 29 poin untuk menundangkan San Antonio Spurs dengan skor 107-106 pada gim keempat Final NBA di Madison Square Garden pada Rabu malam waktu setempat.
Kemenangan bersejarah tersebut membuat New York Knicks kini memimpin keunggulan 3-1 dalam seri pertandingan dan hanya membutuhkan satu kemenangan lagi untuk mengunci gelar juara NBA ketiga mereka sejak tahun 1970 dan 1973.
Data dari Opta Stats menunjukkan bahwa ketertinggalan 27 poin pada paruh pertama pertandingan yang dialami Knicks merupakan defisit babak pertama terbesar yang pernah dilewati oleh sebuah tim untuk memenangkan laga playoff dalam sejarah NBA.
San Antonio Spurs awalnya tampil sangat mendominasi dengan mencetak 76 poin di paruh pertama dan memimpin 76-49, namun mereka mengalami penurunan performa drastis dengan hanya membukukan 14 poin di kuarter ketiga dan 16 poin di kuarter keempat.
Poin pertama yang mengawali kebangkitan Knicks lahir dari lemparan bebas Karl-Anthony Towns setelah pelanggaran flagrant yang dilakukan oleh bintang Spurs, Victor Wembanyama.
Jalen Brunson memimpin perolehan angka Knicks dengan torehan 36 poin, diikuti oleh aksi penentu kemenangan dari OG Anunoby lewat sebuah tip-in putback saat pertandingan menyisakan waktu dua detik hingga total mengemas 33 poin.
Pelatih New York Knicks memberikan apresiasi tinggi terhadap atmosfer luar biasa dari para pendukung tuan rumah yang memadati stadion sepanjang pertandingan sengit tersebut.
"Had a lot to do with our comeback tonight," ujar Mike Brown, Pelatih New York Knicks.
Setelah mengamankan kemenangan dramatis di hadapan publik sendiri, OG Anunoby memaparkan momen-momen krusial yang terjadi di detik-detik terakhir sebelum ia melepaskan tembakan penentu tersebut kepada awak media.
"I inbounded the ball to Jalen (Brunson). He got a pretty good look, and I just went and crashed, trying to get a tip-dunk or something. The ball went over my head, so I couldn't really dunk it. So I just tried to tip it in softly, and it went in," kata OG Anunoby, Pemain New York Knicks.
Ketika ditanya mengenai perasaannya setelah berhasil mencetak salah satu tembakan paling ikonik dalam sejarah Madison Square Garden dan Knicks selama lebih dari 50 tahun terakhir, Anunoby memberikan respons yang sangat singkat.
"It feels cool," ujar OG Anunoby, Pemain New York Knicks.
Di sisi lain, Josh Hart menyampaikan rasa terima kasih yang mendalam kepada Anunoby karena aksi penyelamatan gemilang tersebut terjadi tepat setelah dirinya gagal mengeksekusi sebuah layup penting.
"I got a special shoutout for OG because he saved me," kata Josh Hart, Pemain New York Knicks.
Pernyataan serupa kembali ditekankan oleh Hart yang merasa sangat lega karena kontribusi rekan setimnya itu menghindarkannya dari penyesalan panjang yang bisa menghantui kariernya.
"At least for this game but he saved me a lifetime of regret," kata Josh Hart, Pemain New York Knicks.
Kini San Antonio Spurs menghadapi tantangan berat karena sepanjang sejarah Final NBA baru ada satu tim yang berhasil bangkit dari defisit 3-1, yaitu Cleveland Cavaliers pada tahun 2016 di bawah arahan LeBron James saat melawan Golden State Warriors.
Pertandingan gim kelima Final NBA dijadwalkan akan berlangsung di San Antonio pada Sabtu malam pukul 20.30 waktu setempat.