Prabowo Subianto Resmikan RSUD Baru dan Janji Bangun Ratusan Rumah Sakit
Presiden Prabowo Subianto meresmikan RSUD KH. Muhammad Thohir Krui di Kabupaten Pesisir Barat, Lampung, pada Rabu (10/6/2026), di tengah laporan mengenai keterbatasan jumlah dokter spesialis di daerah.
Kondisi fasilitas kesehatan di daerah tersebut dilaporkan oleh Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin kepada Presiden Prabowo Subianto, sebagaimana dilansir dari Detik Health. Meski pemenuhan alat kesehatan di Indonesia dinilai sudah lengkap, pasokan tenaga dokter spesialis masih mengalami kekurangan.
Masalah kekurangan tenaga medis ini berdampak langsung pada pelayanan pasien di RSUD KH. Muhammad Thohir Krui. Pasien harus menunggu lama karena dokter spesialis jantung harus didatangkan dari Kota Lampung dengan waktu tempuh mencapai 7 jam.
"Rumah sakit termasuk di sini, dibangun untuk agar bisa melayani sakit stroke, jantung, kanker, ginjal, ibu anak. Lima penyebab kematian utama, agar semuanya dilayani di sini dan selesai di sini," kata Menkes Budi saat peresmian RSUD KH. Muhammad Thohir Krui di Lampung, Rabu (10/6/2026).
Kementerian Kesehatan menyatakan bahwa infrastruktur fisik rumah sakit tersebut telah rampung dan pengiriman alat-alat kesehatan senilai puluhan miliar rupiah sedang berjalan.
"Gedungnya sudah jadi pak, alat-alatnya on the way ke sini. Ada puluhan miliar juga, dokter-dokternya sudah lengkap semua kecuali spesialis jantung. Jadi kami ambil dari Lampung, tapi dari Lampung ke sini kan 7 jam," sambungnya.
Ketiadaan dokter spesialis yang bersiap di lokasi memicu risiko medis yang tinggi bagi pasien lokal yang membutuhkan penanganan cepat.
"Kalau orang kena serangan jantung, pasang ring alatnya sudah ada, dokternya yang belum ada," kata Menkes.
Sebagai langkah penyelesaian, Kementerian Kesehatan berencana mengoptimalkan tenaga medis dari putra-putri daerah setempat untuk mengisi kekosongan spesialisasi tersebut.
"Jangan orang dari Jawa terus, karena nanti dia pasti pulang," sentil Menkes.
Merespons laporan tersebut, Presiden Prabowo Subianto menegaskan pentingnya ketersediaan fasilitas kesehatan yang dekat dan memadai agar masyarakat bisa mendapatkan pelayanan medis secara cepat serta tepat. Presiden menyatakan keprihatinannya atas kasus kematian ibu melahirkan akibat pendarahan yang terlambat ditangani karena jarak rumah sakit yang jauh.
"Pemerintah akan terus meningkatkan pelayanan kesehatan. Saya sudah merencanakan bersama Menteri Kesehatan dan pemerintah, dalam tiga tahun yang akan datang kita akan membangun baru, memperbaiki, dan merenovasi 300 sampai 400 rumah sakit di seluruh kabupaten di Indonesia," kata Prabowo.