Piala Dunia 2026 Diprediksi Beri Dampak Ekonomi Besar bagi Kota di AS

Share

Sejumlah kota di Amerika Serikat diproyeksikan bakal meraup keuntungan ekonomi dalam jumlah besar selama penyelenggaraan Piala Dunia 2026. Dallas menjadi wilayah yang diprediksi memperoleh pendapatan tertinggi, yakni mencapai USD 1,8 miliar atau sekitar Rp 32 triliun berkat agenda sembilan pertandingan.

Berdasarkan hasil analisis Bookies.com yang dikutip dari Detik Travel, turnamen sepak bola bergengsi ini diperkirakan menarik kedatangan sekitar 180 ribu wisatawan. Perputaran uang dari para pencinta sepak bola tersebut diproyeksi menyentuh USD 60 juta atau setara Rp 1 triliun untuk sektor akomodasi, kuliner, transportasi, hingga hiburan.

Sektor perhotelan juga diperkirakan mengalami lonjakan performa yang signifikan. Industri ini disebut akan tumbuh melesat hingga 22% sepanjang berlangsungnya kompetisi internasional tersebut.

Melansir laporan New York Post pada Kamis (11/6/2026), beberapa kota di Amerika Serikat diproyeksikan menerima suntikan finansial yang sangat masif. Pendapatan tersebut tersebar di Dallas sebesar USD 1,8 miliar, Bay Area senilai USD 1 miliar atau Rp 17 triliun, Houston sebanyak USD 1,5 miliar atau Rp 26 triliun, Seattle sebesar USD 929 juta atau Rp 16 triliun, dan Los Angeles sejumlah USD 594 juta atau Rp 9,6 triliun.

Direktur Program Bisnis Olahraga Arizona State University, Daniel McIntosh, menjelaskan bahwa wilayah dengan infrastruktur pariwisata matang dan reputasi global yang kuat akan memetik keuntungan paling optimal dari turnamen ini.

"Ini adalah jenis acara yang selama puluhan tahun coba diperebutkan dan didatangkan oleh berbagai wilayah," kata McIntosh.

Lebih dari separuh dana yang dikeluarkan oleh pelancong diproyeksikan mengalir ke bisnis makanan dan minuman. Sementara itu, sektor penginapan diperkirakan menyerap sekitar sepertiga dari total keseluruhan belanja para pengunjung.

Di sisi lain, FIFA sebelumnya sempat memproyeksikan total keuntungan ekonomi untuk Amerika Serikat secara keseluruhan dapat menyentuh angka USD 17,2 miliar atau berkisar Rp 309 triliun. Penyelenggaraan ajang ini pun diprediksi mampu membuka lebih dari 290 ribu lapangan pekerjaan baru.

Volume penonton yang hadir secara langsung diperkirakan menembus angka 6,5 juta orang. Jumlah tersebut melonjak hampir dua kali lipat jika dibandingkan saat Amerika Serikat menjadi tuan rumah kejuaraan serupa pada tahun 1994 silam.

Piala Dunia 2026 menandai kembalinya Amerika Serikat sebagai lokasi tuan rumah setelah penantian selama 32 tahun. Selain menjadi pesta olahraga terbesar di dunia, kompetisi ini menjadi stimulus ekonomi krusial bagi kota-kota pelaksana, termasuk wilayah California yang nantinya juga bersiap menyelenggarakan Olimpiade Musim Panas 2028.

Follow publika.id on Google News Follow
Editors Team
bram-adhitya-santoso
Author