San Antonio Spurs Tekuk New York Knicks di Game Ketiga Final NBA 2026
San Antonio Spurs sukses memetik kemenangan krusial 115-111 atas tuan rumah New York Knicks pada gim ketiga final NBA 2026 di Madison Square Garden, New York, Amerika Serikat, pada Senin, 8 Juni 2026.
Hasil positif ini membuat San Antonio Spurs memperkecil ketertinggalan menjadi 1-2 dalam seri best-of-seven sekaligus memutus rekor impresif 13 kemenangan beruntun milik New York Knicks di fase pascamusim.
Pertandingan final ini mencatatkan sejarah baru karena dihadiri langsung oleh Presiden Amerika Serikat Donald Trump, menjadikannya final NBA pertama yang ditonton langsung oleh seorang presiden AS secara langsung.
Bintang muda asal Prancis, Victor Wembanyama, menjadi motor serangan utama San Antonio Spurs setelah berhasil mengemas 32 poin dan delapan rebound sepanjang pertandingan di markas lawan.
Sebelum mencetak performa impresif tersebut, pebasket bertinggi lebih dari dua meter ini menyempatkan diri untuk rileks dengan menggambar sebuah patung di taman kota demi menjaga kondisi psikologisnya.
"Saya benar-benar mencoba untuk rileks. Babak play-off itu seperti pusaran angin yang dahsyat. Sulit rasanya untuk sekadar mengangkat kepala Anda dari dalam air," kata Victor Wembanyama dikutip dari AFP.
Pemain yang menyabet gelar NBA Defensive Player of the Year ini menambahkan bahwa ketahanan fisiknya di lapangan merupakan hasil dari latihan keras yang ia jalani selama masa jeda kompetisi.
"Saya ingat betul bagaimana saya berlari berputar-putar selama musim panas lalu, sampai otot paha belakang saya rasanya seperti terbakar. Namun, saya memilih terus bertahan karena saya ingin menembus batas kemampuan diri," kenang Victor Wembanyama.
Pebasket berusia 22 tahun tersebut menilai bahwa kesiapan kondisi fisik menjadi faktor pembeda yang sangat krusial saat harus tampil dengan intensitas tinggi di babak penentuan juara.
"Di babak play-off ini, saya kembali merasakan paha belakang terbakar karena begitu banyak berlari, bahkan terkadang harus bermain 25 menit berturut-turut. Jadi, kesiapan fisik benar-benar menjadi pembeda di level ini," kata Victor Wembanyama.
Pelatih San Antonio Spurs, Mitch Johnson, mengaku sama sekali tidak terkejut dengan daya juang tinggi serta performa solid yang ditunjukkan oleh sang center andalan di saat tim sedang terdesak.
"Saya yakin Victor memiliki banyak sumber motivasi. Tidak ada satu pun dari kami yang terkejut atau mengharapkan hal lain selain performa kuat darinya. Dia selalu berada di garda terdepan dalam mode menyerang," puji Mitch Johnson.
Di kubu berlawanan, New York Knicks sebenarnya sempat bangkit pada kuarter kedua dengan mencetak 42 poin hingga memimpin 64-57 pada babak pertama sebelum akhirnya berbalik tertinggal.
Pasukan Mike Brown tersebut mengalami kekalahan akibat membuat 13 kali turnover fatal serta kurang produktif dalam memanfaatkan kesempatan tembakan bebas di paruh kedua pertandingan.
Meskipun performa wasit sempat dikeluhkan oleh jajaran kepelatihan, bintang New York Knicks, Karl-Anthony Towns, menegaskan bahwa timnya kalah karena kegagalan eksekusi taktik lapangan.
"Bukan faktor wasit yang membuat kami kalah. Kami kehilangan bola, tidak melakukan eksekusi dengan baik, dan gagal memperagakan apa yang membuat kami meraih 13 kemenangan beruntun. Begitulah cara Anda kalah dalam pertandingan," tegas Karl-Anthony Towns.
Pemain yang akrab disapa KAT itu meminta timnya untuk segera mengevaluasi strategi permainan guna menyambut pertandingan krusial berikutnya di tempat yang sama.
"Besok kami harus kembali bekerja, kembali ke papan strategi, dan bersiap penuh untuk gim keempat," kata Karl-Anthony Towns.
Kekecewaan serupa juga disampaikan oleh pemain bertahan New York Knicks, OG Anunoby, yang menyoroti lemahnya koordinasi serta transisi pertahanan tim yang tidak sesuai standar biasanya.
"Kami tidak terhubung seperti biasanya. Kami melakukan beberapa kesalahan mental, membiarkan poin-poin mudah terjadi, dan pertahanan transisi kami tidak sesuai dengan standar yang kami inginkan," kata OG Anunoby.
Pemain bernomor punggung andalan tersebut menyatakan bahwa skuad New York Knicks harus segera melupakan hasil buruk ini dan fokus memberikan respons yang lebih kuat.
"Yang bisa kami lakukan sekarang adalah move on, belajar dari kekalahan ini, menganggapnya sebagai tantangan, dan memberikan respons kuat di laga berikutnya," kata OG Anunoby.
Pertandingan final game keempat antara San Antonio Spurs melawan New York Knicks dijadwalkan akan kembali berlangsung di Madison Square Garden pada Kamis, 11 Juni 2026 pagi waktu Indonesia.