KPK Tahan Dua Tersangka Baru Kasus Suap Bupati Muara Enim
Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menahan dua orang tersangka baru setelah menggelar operasi tangkap tangan (OTT) terhadap sejumlah pegawai Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) di Jakarta pada Kamis (11/6/2026).
Tindakan hukum ini merupakan langkah lanjutan dari penyidikan kasus suap yang menyeret Bupati Muara Enim nonaktif, Edison. Dilansir dari Detikcom, kedua orang yang langsung digiring ke mobil tahanan dengan rompi oranye tersebut adalah Titin selaku ASN BPK dan Angga selaku pihak swasta.
Sebelum penahanan ini dilakukan, lembaga antirasuah tersebut telah mengamankan lima orang yang berstatus sebagai ASN BPK. OTT kali ini disinyalir kuat berkaitan dengan proyek pengadaan smart board yang berlangsung di lingkungan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Muara Enim.
Upaya penyuapan diduga mengalir dari pihak Pemkab Muara Enim kepada jajaran BPK dengan tujuan khusus. Aliran dana tersebut diberikan agar BPK bersedia menutup berbagai hasil temuan pemeriksaan dalam proyek pengadaan tersebut.
"Sejauh ini berkaitan dengan untuk menutup temuan-temuan BPK berkaitan dengan pengadaan yang ada di Pemkab Muara Enim, salah satunya pengadaan smart TV tersebut" kata Jubir KPK Budi Prasetyo di gedung Merah Putih, Jakarta Selatan, Rabu (10/6).
Pihak penyidik sampai saat ini masih terus mendalami total nominal dan kepastian aliran duit yang mengalir ke pihak BPK. Secara keseluruhan, terdapat belasan orang yang telah diamankan dalam rangkaian operasi senyap oleh tim penindak KPK ini.
"Jadi pihak-pihak yang diamankan ini total ada 11. Enam orang yang juga diamankan dalam peristiwa tertangkap tangan kemarin, lima orang lagi pihak-pihak baru yang kemudian diamankan dalam tangkap tangan kali ini. Lima orang ini merupakan ASN dari Badan Pemeriksa Keuangan," jelas Budi Prasetyo, Jubir KPK.
Melalui perkembangan terbaru ini, KPK tercatat telah melakukan penahanan terhadap total empat orang dalam pusaran kasus suap Edison. Para tahanan sebelumnya meliputi Edison selaku Bupati Muara Enim, Abi Nurwardani selaku Sekretaris Dinas Pendidikan dan Kebudayaan tahun 2026, serta Cory Erin Hardi selaku Marketing PT Millenium Solusi Abadi.