IATA Berencana Kunci Kompartemen Kabin Pesawat dalam Kondisi Darurat

Share

Proses evakuasi pesawat dinilai semakin sulit belakangan ini akibat perilaku penumpang yang mengutamakan penyelamatan barang bawaan atau mengambil foto saat situasi darurat. Guna mengatasi masalah tersebut, Asosiasi Transportasi Udara Internasional (IATA) mempertimbangkan langkah tegas untuk mengunci kompartemen bagasi kabin di atas kepala penumpang, seperti dilansir dari Detik Travel.

IATA menetapkan aturan bahwa armada pesawat yang lebih besar wajib menyelesaikan proses evakuasi penuh dalam batas waktu 90 detik. Namun, badan penerbangan global ini mengungkapkan hambatan besar di lapangan karena penumpang tetap berusaha mengambil tas mereka meskipun instruksi keselamatan telah melarangnya, sehingga membuang detik-detik yang sangat berharga.

Catatan internal IATA menunjukkan kecenderungan penumpang yang lebih memprioritaskan tas, dokumentasi foto, serta barang non-esensial lainnya dibandingkan keselamatan diri untuk segera turun. Merespons fenomena ini, IATA menginisiasi kampanye bertajuk "Selamatkan Nyawa, Bukan Tas" demi mengedukasi publik pengguna moda transportasi udara.

Wakil Presiden Senior Bidang Operasi, Keselamatan, dan Keamanan IATA, Nick Careen, menilai bahwa upaya yang ada saat ini masih belum cukup. Data statistik lembaga tersebut menunjukkan sebanyak empat dari 10 penumpang sama sekali tidak menyadari kewajiban untuk meninggalkan seluruh barang bawaan mereka ketika terjadi kondisi darurat.

"Jika kita tidak melihat perubahan perilaku yang kita harapkan, maka kita harus sedikit lebih tegas, yang bisa berupa sanksi dan bisa juga sesuatu yang sederhana seperti mekanisme penguncian yang kuat pada kompartemen di atas kepala," ucapnya pada The Times Kamis (11/6/2026).

"Sanksi agak efektif, tetapi kecuali diterapkan secara konsisten, maka sanksi tersebut akan kehilangan efektivitasnya," jawabnya.

Nick Careen menambahkan bahwa waktu beberapa detik yang terbuang saat penumpang meraih bagasi memiliki dampak yang sangat fatal. Oleh sebab itu, ia mengimbau para pelancong untuk membangun kebiasaan positif seperti menyimak peragaan keselamatan dan selalu menyimpan dokumen penting seperti paspor, uang, serta obat-obatan di dalam saku pakaian.

Pengguna jasa penerbangan juga harus menyadari adanya konsekuensi hukum atau keselamatan jika mengabaikan perintah awak kabin. Regulasi mengenai mekanisme penguncian kompartemen ini nantinya memerlukan persetujuan dari maskapai penerbangan sebelum resmi diimplementasikan di dalam kabin.

Administrator Administrasi Penerbangan Federal, Bryan Bedford, turut membenarkan adanya tren penurunan kepatuhan penumpang terhadap instruksi kru pesawat selama fase darurat.

"Pada saat-saat tersebut, kepatuhan sangat penting. Penumpang harus bertindak cepat, mengikuti instruksi tanpa ragu-ragu, dan meninggalkan semua barang bawaan mereka," pungkasnya.

Follow publika.id on Google News Follow
Editors Team
farhan-dwi-ramadhan
Author