SpaceX Raih Peringkat Utang Investment Grade Jelang IPO

Share

SpaceX besutan Elon Musk mengabarkan kepada para investor bahwa perusahaan telah mengantongi peringkat utang layak investasi atau investment grade dari tiga lembaga pemeringkat obligasi besar pada Kamis, 11 Juni 2026, berdasarkan laporan yang dilansir dari Bloombergtechnoz.

Status finansial baru ini diproyeksikan mampu membantu SpaceX memangkas biaya pendanaan. Langkah strategis tersebut berjalan beriringan dengan upaya perusahaan dalam menghimpun pembiayaan baru pasca-initial public offering (IPO).

Aksi korporasi IPO SpaceX diprediksi dapat meraup dana segar berkisar US$75 miliar atau setara Rp1.350 triliun. Penetapan harga perdana dijadwalkan pada hari Kamis dengan perdagangan saham yang dimulai sehari setelahnya.

Perkembangan ini memicu para pengamat pasar utang memproyeksikan pergerakan korporasi selanjutnya. SpaceX diperkirakan segera menerbitkan surat utang di pasar obligasi investment grade setelah proses IPO rampung.

Lembaga pemeringkat Moody's Ratings, Fitch Ratings, dan S&P Global Ratings disebut sebagai pihak yang memberikan peringkat investment grade tersebut. Namun, perwakilan Moody’s dan SpaceX menolak memberikan komentar, sedangkan Fitch dan S&P Global Ratings menyatakan belum merilis peringkat resmi.

Di sisi lain, raksasa kedirgantaraan ini tercatat mengantongi kontrak jumbo jangka panjang, termasuk kerja sama komputasi cloud dengan Google Alphabet senilai US$30 miliar hingga pertengahan 2029 serta kontrak US$45 miliar bersama Anthropic.

Pihak analis menilai jaminan kontrak bernilai fantastis tersebut menjadi penyokong kuat bagi struktur kredit perusahaan terlepas dari rekam jejak finansial sebelumnya.

"Saya rasa tidak ada preseden untuk perusahaan seperti SpaceX guna memahami seharusnya seperti apa peringkat mereka," kata Kepala Strategi Makro Investment Grade CreditSights, Zachary Griffiths.

Griffiths menambahkan bahwa situasi SpaceX ini sangat tidak biasa mengingat performa keuangan yang ada.

"Perusahaan dengan laba negatif biasanya tidak dikaitkan dengan kategori investment grade, tetapi tidak ada yang normal dalam kasus ini. SpaceX berada di kelasnya sendiri," ujar Zachary Griffiths.

Berdasarkan dokumen internal terbaru, SpaceX membukukan rugi bersih sebesar US$4,28 miliar atau sekitar Rp77 triliun pada kuartal pertama 2026. Pendapatan berkala perusahaan berada di angka US$4,69 miliar.

SpaceX kini memiliki beban utang jangka panjang mencapai US$29,1 miliar per 31 Maret 2026. Jumlah tersebut mencakup pinjaman jembatan atau bridge loan senilai US$20 miliar yang dijadwalkan jatuh tempo pada September 2027.

Follow publika.id on Google News Follow
Editors Team
nadia-fitria-ramadhani
Author