BTN Dorong Mahasiswa Perkuat Literasi Keuangan dan Investasi Rumah
PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk atau BTN mengajak generasi muda, khususnya kalangan mahasiswa, untuk memperkuat literasi keuangan. Langkah ini penting guna membangun kebiasaan finansial yang sehat di tengah pesatnya perkembangan teknologi digital.
Pesan tersebut disampaikan Direktur Utama BTN Nixon LP Napitupulu saat memberikan kuliah umum di Universitas Padjadjaran (Unpad), Jatinangor, Jawa Barat, seperti dilansir dari Bloomberg Technoz. Kegiatan ini menjadi upaya BTN meningkatkan pemahaman keuangan di dunia pendidikan.
Dalam kesempatan tersebut, BTN dan Unpad juga menandatangani Nota Kesepahaman terkait pemanfaatan produk serta jasa perbankan. Kolaborasi ini bertujuan memperkuat sinergi antara sektor perbankan dan perguruan tinggi demi pengembangan sumber daya manusia.
Menurut Nixon, kesadaran finansial generasi muda saat ini sebenarnya sudah lebih baik dibandingkan beberapa tahun lalu. Meski demikian, tantangan besar masih ada dalam membangun kapasitas ekonomi yang berkelanjutan serta pengambilan keputusan keuangan yang tepat.
"Banyak Gen Z yang sudah sadar finansial, tetapi tantangannya adalah bagaimana meningkatkan kapasitas ekonomi dan mengambil keputusan finansial yang tepat," ujar Nixon di Gedung Rektorat Unpad, Jatinangor, Rabu (10/6).
Nixon menjelaskan bahwa kemajuan teknologi digital membuka akses luas terhadap informasi dan layanan keuangan. Namun, perkembangan ini juga membawa tantangan baru yang harus diantisipasi oleh generasi muda.
Fenomena gaya hidup seperti fear of missing out (FOMO), fear of other people’s opinions (FOPO), doom spending, hingga you only live once (YOLO) dapat memengaruhi perilaku keuangan. Pola tersebut berpotensi mengganggu stabilitas finansial jangka panjang jika tidak diimbangi perencanaan baik.
Selain itu, Nixon mengingatkan para mahasiswa untuk menjauhi aktivitas berisiko yang merusak kondisi keuangan, termasuk praktik judi online. Mengelola keuangan bukan sekadar menabung, melainkan juga memahami cara menggunakan uang secara produktif.
Salah satu aspek penting yang disorot adalah perbedaan antara utang produktif dan utang konsumtif. Nixon menilai masih banyak masyarakat yang belum memahami fungsi utang sebagai instrumen untuk meningkatkan nilai aset.
"Utang harus dihitung dengan cermat. Utang yang benar adalah ketika setelah lunas kita merasa lebih kaya karena memiliki aset yang nilainya meningkat. Jangan sampai mengambil utang untuk sesuatu yang habis sebentar, tetapi kewajibannya berjalan panjang. Misalnya utang untuk liburan satu minggu tapi cicilannya 5 tahun," kata Nixon.
Keputusan keuangan yang tepat harus mempertimbangkan manfaat jangka panjang. Penggunaan utang untuk aset produktif jauh lebih sehat dibandingkan pembiayaan kebutuhan konsumtif yang nilainya terus menurun.
Dalam kuliah umum itu, Nixon juga menekankan pentingnya kepemilikan rumah sebagai investasi jangka panjang yang dipersiapkan sejak usia muda. Kebutuhan hunian dipastikan terus meningkat seiring pertumbuhan penduduk dan keterbatasan lahan.
Kondisi tersebut membuat harga properti cenderung mengalami kenaikan dari waktu ke waktu. Hal ini sejalan dengan fokus bisnis BTN yang selama ini menjadi pemimpin dalam sektor pembiayaan perumahan nasional.
"Inflasi pasti akan terjadi. Karena itu generasi muda perlu mulai merencanakan masa depan finansialnya, termasuk memiliki aset yang nilainya terus naik seperti rumah," ujarnya.
Saat ini BTN terus melakukan transformasi bisnis melalui strategi beyond mortgage untuk memperluas layanan. Langkah ini menghadirkan solusi keuangan yang lebih lengkap, mulai dari tabungan hingga transaksi digital melalui aplikasi balé by BTN.
Nixon menilai digitalisasi telah mengubah cara beroperasi industri perbankan yang kini ikut membangun ekosistem ekonomi luas. Perubahan ini menuntut generasi muda memahami teknologi, keuangan, dan dinamika ekonomi.
"Dulu bank berada di belakang, sekarang bank ikut membangun ekosistem. Ke depan sektor keuangan dan sektor riil akan semakin menyatu karena digitalisasi," ujar Nixon.
Pengembangan Talenta dan Ekosistem Pendidikan
Melalui kerja sama dengan Unpad, BTN berkomitmen memperkuat ekosistem pendidikan yang terintegrasi dengan kebutuhan industri. Kolaborasi meliputi layanan perbankan, pengembangan SDM, dukungan pendidikan, hingga kerja sama riset.
BTN juga membuka kesempatan magang bagi mahasiswa Unpad untuk mendapatkan pengalaman kerja langsung. Mahasiswa berpeluang karier di BTN melalui berbagai jalur, termasuk Officer Development Program (ODP) sebagai program pengembangan calon pemimpin.
"Kampus adalah salah satu ekosistem penting yang menunjang ekonomi bangsa. Hubungan antara kampus dan bank harus saling memberikan manfaat. BTN siap mendukung mulai dari layanan finansial, perumahan karyawan maupun dosen, magang, rekrutmen, hingga pengembangan pendidikan," kata Nixon.
Rektor Universitas Padjadjaran Prof. Arief Sjamsulaksan Kartasasmita menyambut baik kolaborasi yang terjalin. Kerja sama ini diharapkan mampu memperkuat keterhubungan antara dunia akademik dan kebutuhan praktis di lapangan.
"Kerja sama ini untuk mendukung apa yang bisa kami sumbangkan bagi dunia praktis. Bersama BTN, kolaborasi dilakukan mulai dari dukungan fasilitas, magang, pendidikan, hingga pengembangan sumber daya manusia," ujar Arief.
Ke depan, BTN menargetkan perluasan kerja sama serupa ke lebih banyak perguruan tinggi di Indonesia. Strategi ini dilakukan untuk mendukung lahirnya generasi muda yang memiliki literasi keuangan kuat dan siap menghadapi tantangan ekonomi.