Natalius Pigai Larang Penggusuran SDN di Ende NTT untuk Koperasi

Share

Menteri Hak Asasi Manusia (HAM) Natalius Pigai memberikan respons tegas mengenai kabar mengenai Sekolah Dasar Negeri (SDN) di Ende, Nusa Tenggara Timur (NTT), yang diisukan bakal digusur demi proyek pembangunan Koperasi Desa Merah Putih. Seperti dilansir dari Detikcom, Pigai melarang keras tindakan tersebut.

"Oh itu pasti kita akan tidak boleh. Tidak boleh, maaf ya," kata Pigai kepada wartawan di gedung DPR RI, Jakarta, Rabu (10/6/2026).

Menteri HAM tersebut menyatakan bahwa institusi pendidikan memiliki peran yang sangat krusial. Penegasan diberikan agar fasilitas sekolah tidak dikorbankan demi program atau kebijakan pembangunan lainnya.

"Penggusuran sekolah koperasi di daerah, gini, gini, penggusuran sekolah itu, sekolah itu penting. Sekolah itu sangat penting sehingga karena ada program, karena ada kebijakan, kemudian konversi dari sekolah menjadi program-program pembangunan, tidak boleh," ucap dia.

Sektor pendidikan dinilai sebagai salah satu pilar paling mendasar bagi kemajuan bangsa. Pigai menyatakan bahwa area edukasi tidak semestinya dialihfungsikan untuk agenda di luar pendidikan.

"Because kebutuhan sangat penting bagi bangsa Indonesia adalah aspek pendidikan. Saya tidak tahu di mana, saya juga belum tahu informasi itu. Tapi kan itu isu. Walaupun isu saya harus menjawab bahwa tidak boleh konversi hal yang menjadi esensi penting dalam pembangunan negara yaitu bidang pendidikan," ujar dia.

Pihak Kementerian HAM selanjutnya bakal mengerahkan tim guna memverifikasi kebenaran dari kabar burung yang beredar di tengah masyarakat tersebut.

"Ya pasti (ditelusuri). Kalau kasih data, saya akan perintahkan kantor wilayah untuk cek. Tidak boleh," imbuh dia.

Di sisi lain, Kepala Pusat Penerangan (Kapuspen) TNI Brigjen Muhammad Nas telah menyampaikan klarifikasi resmi guna meluruskan informasi yang berkembang mengenai SDN di Ende tersebut. Pihak TNI membantah narasi yang menyebut adanya penggusuran sekolah untuk Koperasi Desa Merah Putih.

Penjelasan tersebut dipaparkan oleh Muhammad Nas dalam agenda tatap muka bersama awak media yang berlangsung di Mabes TNI, Cilangkap, Jakarta Timur, Selasa (9/6).

"Ternyata rekan-rekan sekalian, bukan menggusur sekolah. Bukan ditaruh untuk menggantikan sekolah, bukan. Sekolah itu, ulangi, (KDMP) dibangun di belakang sekolah. Akses jalannya kurang sehingga melewati sekolah," kata dia.

Dampak fisik yang terjadi di lapangan dipicu oleh pergerakan kendaraan berat yang sedang beroperasi di lokasi. Manuver alat berat tersebut tidak sengaja menyenggol tiang struktur bangunan sekolah.

"Memang sebelumnya, kejadiannya, saat alat berat kena dahan pohon durian orang, katanya sebesar jempol kaki, ibu ini marah-marah, teriak-teriak. Nah, itu diklip, ibu itu marah-marah, ada alat berat di situ," jelasnya.

Petugas di lapangan langsung mengambil tindakan dengan menggeser tiang yang terdampak untuk sementara waktu agar dapat segera diperbaiki seperti semula.

Follow publika.id on Google News Follow
Editors Team
danto-wijaya-kusuma
Author