Faksi Palestina Bahas Usulan Perlucutan Sejata dalam Gencatan Senjata Gaza
Faksi-faksi Palestina termasuk kelompok Hamas sedang mendiskusikan opsi perlucutan senjata sebagai bagian dari kesepakatan gencatan senjata di Jalur Gaza.
Para anggota faksi Palestina dilaporkan setuju secara prinsip untuk menyerahkan sebagian persenjataan mereka kepada entitas ad-hoc Palestina yang belum dibentuk, seperti dilansir dari Detikcom.
Pertemuan yang berlangsung di Kairo, Mesir tersebut dinilai hampir tidak mungkin diterima oleh Israel yang menginginkan demiliterisasi total di Jalur Gaza dimulai dari Hamas.
Sejumlah peserta dalam dialog yang dimulai sejak Sabtu (6/6) tersebut berharap usulan baru ini dapat mengakhiri kebuntuan negosiasi masa depan Jalur Gaza selama berbulan-bulan.
Perundingan ini diikuti oleh mayoritas faksi utama termasuk Hamas dan Jihad Islam, namun tidak dihadiri oleh faksi Fatah yang mendominasi Otoritas Palestina.
Berdasarkan informasi dari sejumlah sumber Palestina pada Selasa (9/6), detail penyerahan senjata akan diarahkan kepada lembaga baru yang mewakili berbagai arus politik Palestina.
Meski demikian, beberapa sumber anonim menyebutkan bahwa faksi-faksi Palestina tetap menolak gagasan perlucutan senjata secara menyeluruh seperti tuntutan pihak Israel.
"Mesir dan para mediator sedang berupaya merumuskan formula baru yang dapat diterima, yang mempertimbangkan kesepakatan faksi-faksi tersebut," ungkap salah satu partisipan dalam pembicaraan di Kairo.
Seorang pejabat politik Palestina yang tidak ingin disebutkan namanya menyatakan bahwa mediator dari pihak Mesir dan Qatar menyambut positif pendekatan tersebut.
"Hamas mengaitkan masalah senjata dengan penarikan sepenuhnya oleh Israel dari Gaza… dan dengan rekonstruksi Gaza," kata pejabat tersebut.
Di sisi lain, pejabat senior Hamas, Taher al-Nunu, mengklaim adanya kemajuan signifikan dalam beberapa hari terakhir demi menerapkan rencana perdamaian gagasan Presiden Amerika Serikat Donald Trump.
Hamas menyatakan tidak keberatan menyerahkan sebagian persenjataannya jika menjadi bagian dari proses politik Palestina, sementara mantan pemimpin Hamas Khaled Meshaal sempat mengusulkan pembekuan senjata yang ditolak oleh Israel.