Filipina Desak China Singkirkan Struktur Terapung di Scarborough Shoal

Share

Pemerintah Filipina mendesak China untuk segera menyingkirkan sebuah struktur terapung misterius di kawasan karang sengketa Scarborough Shoal, Laut China Selatan, pada Rabu (10/6/2026), demi meredakan kembali memanasnya ketegangan hubungan diplomasi kedua negara, dilansir dari Bloombergtechnoz.

Juru bicara urusan maritim di Departemen Luar Negeri Filipina, Rogelio Villanueva Jr., menyampaikan tuntutan resmi tersebut dalam sebuah jumpa pers menyusul laporan pemantauan udara oleh sejumlah badan keamanan Filipina mengenai adanya instalasi berukuran enam kali enam meter yang dilengkapi perangkat antena.

"semi-permanen." kata Rogelio Villanueva Jr., mendeskripsikan instalasi milik Beijing itu.

Deputi Dewan Maritim Nasional Filipina, Alexander Lopez, menegaskan bahwa aktivitas terbaru China di dangkalan tersebut tidak sah dan melanggar hukum, sehingga mendorong Manila melayangkan beberapa nota protes diplomatik resmi kepada Beijing.

"dianggap tidak sah dan ilegal," tegas Alexander Lopez.

Pemerintah Filipina menyatakan akan mengambil seluruh langkah yang diperlukan demi menegaskan kedaulatan mereka atas dangkalan tersebut, setelah memantau adanya aktivitas personel China di atas platform yang bergeser masuk ke dalam kawasan karang sejak akhir Mei.

Di pihak lain, juru bicara Kementerian Luar Negeri China, Lin Jian, memberikan respons pada hari Selasa dengan menyatakan bahwa segala aktivitas yang dilakukan oleh Beijing di dangkalan tersebut—termasuk penelitian ilmiah—adalah tindakan yang sah menurut hukum.

"kedaulatan yang tidak terbantahkan" kata Lin Jian, mengklaim wilayah Scarborough Shoal yang Beijing sebut sebagai Huangyan Dao beserta perairan di sekitarnya.

Otoritas Manila pertama kali mendeteksi keberadaan objek tersebut pada 25 Mei di pintu masuk sebelah tenggara kawasan karang. Juru bicara Penjaga Pantai Filipina, Jay Tarriela, menduga dua kapal riset China yang terlihat di sekitar lokasi beberapa hari sebelumnya merupakan pihak yang bertanggung jawab membawa platform terapung itu ke sana.

Pihak berwenang Filipina juga memantau pergeseran struktur bangunan ke dalam kawasan karang pada 31 Mei, bersamaan dengan terlihatnya pelampung penanda dan benda yang diduga kuat sebagai antena.

Tarriela menambahkan bahwa objek-objek tersebut kemungkinan besar ditempatkan untuk keperluan penelitian ilmiah kelautan. Kendati demikian, ia memastikan Filipina akan terus melakukan pemantauan dan patroli intensif di wilayah tersebut.

Sementara itu, Kepala Angkatan Bersenjata Filipina, Romeo Brawner Jr., awal pekan ini menegaskan bahwa negaranya tidak akan membiarkan kekalahan masa lalu terulang kembali di perairan yang diperebutkan tersebut. Filipina sendiri merupakan salah satu negara Asia Tenggara yang memiliki klaim teritorial tumpang tindih dengan Beijing di kawasan Laut China Selatan yang kaya akan sumber daya alam.

China mengambil alih kendali efektif atas Scarborough Shoal setelah terlibat ketegangan intensif dengan Filipina pada tahun 2012. Sejak saat itu, Beijing terus melakukan reklamasi terumbu karang di perairan sengketa tersebut demi memperkuat klaim sepihak mereka atas jalur perairan tersebut.

Follow publika.id on Google News Follow
Editors Team
daffa-raihan-maulana
Author