Pemerintah Siapkan Strategi Perluas Penyerapan Daging Ayam Broiler
Kementerian Perdagangan mulai menyiapkan langkah strategis untuk memperluas penyerapan daging ayam ras guna mengatasi kerugian peternak akibat anjloknya harga ayam hidup di Jakarta Pusat pada Rabu (10/6/2026).
Langkah intervensi ini diambil setelah harga jual komoditas tersebut jatuh jauh di bawah harga pokok produksi, sebagaimana dilansir dari Detik Finance.
Menteri Perdagangan Budi Santoso menjelaskan bahwa penyerapan komoditas tersebut akan dimaksimalkan melalui jaringan ritel modern dengan mendorong pola kemitraan antara produsen dan pedagang.
"Nanti kami koordinasikan dengan Aprindo supaya ketika harga (ayam) turun itu lebih diserap juga oleh ritel modern. Ya kita kan sebenarnya namanya pola kemitraan. Jadi kita harus saling bersinergi antara produsen dan juga pedagang," kata Budi Santoso, Menteri Perdagangan.
Selain mengandalkan sektor ritel, pemerintah juga menyiapkan program sosial sebagai wadah penyerapan alternatif saat pasokan di pasar mengalami surplus.
"Kemarin kita sudah sepakat dengan MBG. Jadi bahan pangan itu tidak hanya telur kalau turun kemudian diserap oleh MBG, tapi termasuk juga daging ayam. Ya itu sudah sepakat, jadi nanti kalau memang harganya turun ya sudah diserap oleh MBG," jelas Budi Santoso, Menteri Perdagangan.
Berdasarkan data Perhimpunan Peternak Rakyat Mandiri Indonesia, para peternak mengalami tekanan berat karena harga live bird di wilayah Jabodetabek dan Banten berkisar antara Rp15.000 hingga Rp16.000 per kilogram.
Padahal, biaya produksi melonjak akibat kenaikan harga pakan kumulatif sebesar Rp800 per kilogram sepanjang tahun 2026, yang membuat harga pokok produksi melonjak ke angka Rp21.000 sampai Rp22.000 per kilogram.
"Artinya, peternak rakyat saat ini menanggung kerugian sekitar Rp 5.000-7.000 per kilogram live bird atau sekitar Rp 10.000-14.000 per ekor ayam panen berbobot 2 kilogram," tulis Perhimpunan Peternak Rakyat Mandiri Indonesia dalam keterangan resminya.
Asosiasi peternak tersebut mendesak ketersediaan produk mereka diintegrasikan ke jaringan ritel modern serta program Makan Bergizi Gratis.