Tersangka Korupsi Makan Bergizi Gratis Bakal Buka Daftar Nama Pemesan Dapur
Wakil Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) periode 2025-2026, Sony Sanjaya, bersiap membeberkan daftar nama tokoh dan pejabat yang diduga memaksa meminta jatah titik dapur program Makan Bergizi Gratis (MBG) pada Rabu (10/06/2026).
Langkah ini diambil setelah Sony ditetapkan sebagai salah satu dari tiga tersangka dalam kasus dugaan korupsi program MBG periode 2025-2026, seperti dilansir dari Bloomberg Technoz.
Keterangan tertulis mengenai puluhan nama pejabat tersebut saat ini sudah tercantum dalam Berita Acara Pemeriksaan (BAP) di Jampidsus Kejaksaan Agung. Kuasa hukum Sony, Krisna Mukti, menegaskan bahwa kliennya yang akan menyampaikan langsung daftar tersebut kepada publik.
"Klien saya nanti yang mau berkesempatan menyampaikan ketika bertemu dengan media," ujar Krisna Mukti, kuasa hukum Sony Sanjaya.
Menurut Krisna, terdapat lebih dari 20 tokoh dari kalangan eksekutif, legislatif, dan yudikatif yang meminta jatah proyek tersebut. Porsi terbesar dari daftar nama pemesan titik dapur itu diduga berasal dari sektor legislatif.
"Persentasenya [terbesar] mungkin legislatif," ujar Krisna Mukti.
Pihak pengacara memastikan pernyataan ini bukan sekadar tuduhan tanpa dasar yang dilakukan oleh kliennya. Sony diklaim mengantongi bukti kuat berupa rekaman percakapan dan pesan teks yang tersimpan di dalam telepon genggam yang kini telah disita pihak Jampidsus Kejaksaan Agung.
"Jadi semua bukti-bukti itu ada di dalam, semua bukti chat itu ada di dalam HP yang saat ini disita oleh penyidik. Jadi semua bukti itu ada di dalam HP klien saya dan itu harus dibuka," kata Krisna Mukti.
Krisna menambahkan, pengungkapan identitas para pejabat tersebut dapat dilakukan sebelum proses persidangan dimulai. Momentum itu kemungkinan terjadi saat kliennya berhadapan dengan jurnalis di sela-sela agenda pemeriksaan di Gedung Jampidsus.
"Artinya bahwa siapa orang ini dengan kapasitasnya apa, menggunakan kekuasaannya, menggerakkan apa namanya jabatannya apa gimana," ujar Krisna Mukti.
Sebelumnya, informasi mengenai keterlibatan sekitar 20 nama pejabat dan tokoh yang meminta jatah titik dapur MBG kepada pimpinan BGN telah beredar luas. Nama-nama yang terseret mencakup anggota DPR, kerabat anggota Kabinet Merah Putih, aparat penegak hukum, hingga pengurus partai politik.
"Saya tak bisa bilang itu benar atau tidak," kata Krisna Mukti saat menanggapi rumor daftar nama yang beredar.