Kenaikan Harga BBM dan Dolar Bebani Keuangan Keluarga Andrew Andika

Share

Pasangan selebritas Andrew Andika dan Violentina Kaif mengeluhkan lonjakan harga bahan bakar minyak dan pelemahan nilai tukar rupiah yang mulai membebani pengeluaran rumah tangga mereka di Jakarta Selatan pada Rabu (10/6/2026).

Dilansir dari Detik Hot, harga Pertamax yang menyentuh angka Rp 16.250 per liter beserta kenaikan nilai tukar dolar AS hingga kisaran Rp 17.900 sampai Rp 18.000 berimbas langsung pada biaya transportasi harian keluarga tersebut.

Sektor pengeluaran bahan bakar menjadi pos anggaran yang paling terasa membengkak bagi keluarga ini, terutama untuk keperluan operasional harian anak mereka.

"Kalau sekarang sih kita belum terlalu terdampak ya. Belum terlalu terdampak, tapi udah mulai mau isi bensin…," kata Andrew Andika saat ditemui di Studio Pagi-pagi Ambyar Trans TV, Mampang, Jakarta Selatan, Rabu (10/6/2026).

Meskipun Andrew merasa fluktuasi mata uang asing belum mengganggu stabilitas keuangan secara makro, penyesuaian anggaran belanja bensin tetap tidak dapat dihindari.

"Kalau yang bensin naik udah lumayan agak mikir gitu loh. Tadinya yang mau kayak, 'Oh kita harus ganti mobil nih sama yang kira-kira ya minimal Pertamax', apa segala macam. Tapi ternyata Pertamax naik juga kan," ungkap Andrew.

Sambil berseloroh mengenai situasi tersebut, sang aktor sempat memikirkan alternatif alat transportasi lain yang bebas dari biaya bahan bakar.

"Jadinya kita akhirnya mau pakai mobil apa? Jadinya udah waktunya kita pakai skateboard kali ya," katanya sambil tertawa.

Opsi untuk beralih ke teknologi ramah lingkungan seperti kendaraan listrik juga sempat terlintas, namun rencana tersebut masih terganjal oleh nilai jual kembali.

"Mungkin, itu bisa jadi salah satu pilihan juga, tapi masih banyak pertimbanganlah untuk mobil listrik. Karena kalau misalnya kita beli mobil listrik, ya udah kita beli aja gitu. Bakalan susah untuk kita jual dan kita ganti seperti kita biasa mengganti mobil bensin," jelasnya.

Kondisi berbeda disampaikan oleh sang istri, Violentina Kaif, yang mengaku langsung merasakan lonjakan pengeluaran akibat jenis bahan bakar yang digunakan kendaraan mereka.

"Terdampak dong! Soalnya kan kita mobilnya pakai Pertamina Dex, Pajero kan. Jadi itu harga yang tadinya Rp 500 ribu sampai Rp 1 juta tuh bisa bolak-balik Jakarta, itu cuma buat nganterin ke sekolah anak aku doang. Itu lumayan terdampak banget sih," ujar Violentina Kaif.

Menurut Violentina, efek domino dari kenaikan komoditas ini meluas ke sektor lain lantaran mobilitas masyarakat sangat bergantung pada ketersediaan energi.

"Kayak apa-apa juga jadi mahal karena kan emang dolar naik juga kan. Jadi ke mana-mana orang pasti butuh transport pakai bensin, ke pasar pakai bensin, ke kantor pakai bensin, ke sekolah pakai bensin. Jadi apa-apa pasti kena dampak susahnya semuanya," lanjutnya.

Guna menyiasati tekanan ekonomi dan mengontrol aktivitas di rumah, pasangan ini juga memilih untuk mengelola seluruh pekerjaan domestik secara mandiri tanpa bantuan eksternal.

"Iya, aku tuh ke pasar berdua sama Andrew, masak berdua, terus kadang ngurusin anak pun berdua karena aku emang nggak mau pakai ART supaya kita tuh di rumah nggak main handphone terus," kata Vio.

Follow publika.id on Google News Follow
Editors Team
kartika-dewi-anggraini
Author