Tren Mukbang Picu Risiko Kesehatan Fisik dan Mental Bagi Kreator

Share

Aktivitas mukbang dari Korea Selatan masih menjadi salah satu tren kuliner paling populer di media sosial. Format ini menampilkan kreator yang menyantap makanan dalam porsi besar sambil berinteraksi dengan penonton.

Meski terlihat menghibur, tren tersebut kini memunculkan pertanyaan tentang dampaknya terhadap kondisi tubuh para kreator yang menjalankannya secara rutin. Seperti dilansir dari Detik Food, format ini telah bergeser menjadi konsumsi makanan dalam jumlah besar demi menarik perhatian audiens.

Popularitas konten ini mendorong sebagian kreator terus menyajikan porsi makan yang semakin banyak. Akibatnya, mereka kerap mengonsumsi hidangan meskipun tidak sedang merasa lapar.

Kebiasaan menyantap makanan berkalori tinggi secara berulang dapat memberi tekanan berat pada tubuh. Keluhan fisik yang sering muncul meliputi perut kembung, kelelahan, gangguan metabolisme, hingga nyeri ulu hati dan produksi gas berlebih.

Pola makan berlebihan yang terus dilakukan juga berisiko merusak kemampuan alami tubuh dalam mengenali rasa lapar dan kenyang. Dalam jangka panjang, kreator bisa kesulitan menentukan batas konsumsi yang sesuai dengan kebutuhan tubuhnya.

Tekanan Psikologis dan Tuntutan Pekerjaan

Dampak dari tren ini tidak hanya menyerang kondisi fisik. Tekanan psikologis menjadi tantangan tersendiri karena banyak kreator bergantung pada respons audiens untuk mempertahankan popularitas.

Ketika interaksi penonton menurun, sebagian kreator terdorong membuat konten yang lebih ekstrem. Fenomena ini mengubah aktivitas makan yang semula merupakan kebutuhan sehari-hari menjadi sebuah tuntutan pekerjaan.

Kondisi tersebut akhirnya memicu fluktuasi berat badan, kelelahan kronis, hingga kecemasan terkait performa di depan kamera. Risiko ini mengintai siapa saja yang menjalankannya secara terus-menerus dalam jangka panjang.

Pengalaman Nyata Kreator Maddy Eats

Belakangan, kreator mukbang bernama Madhuri Lahiri atau yang dikenal sebagai Maddy Eats mengungkap pengalaman pribadinya mengenai dampak pola makan ekstrem tersebut.

Ia mengaku harus menjalani program penurunan berat badan akibat aktivitas tersebut. Untuk membantu mengelola berat badannya, Madhuri Lahiri bahkan menggunakan suntikan Mounjaro.

Follow publika.id on Google News Follow
Editors Team
sheila-amara-zahra
Author