Kementerian Haji Ajukan Tambahan Anggaran Rp 1,8 Triliun ke DPR
Kementerian Haji mengajukan usulan tambahan anggaran sebesar Rp 1,8 triliun kepada Komisi VIII DPR RI dalam rapat kerja di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, pada Rabu (10/6/2026). Pengajuan dana segar tersebut dialokasikan khusus demi mematangkan persiapan penyelenggaraan ibadah haji mendatang, sebagaimana dilansir dari Detikcom.
Penambahan anggaran ini diperlukan lantaran dana untuk persiapan haji belum terakomodasi dalam pagu anggaran yang ditetapkan sebelumnya. Selain untuk kebutuhan logistik dan operasional, dana tersebut juga akan diserap untuk membenahi sektor internal kementerian.
"Ada penyesuaian anggaran, ada sekitar Rp 1,8 triliun karena persiapan haji belum dianggarkan pada pagu kemarin. Jadi kita ajukan Rp 1,8 T tambahan untuk persiapan haji," kata Gus Irfan usai rapat di kompleks parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (10/6/2026).
Menteri Haji Mochamad Irfan Yusuf, yang akrab disapa Gus Irfan, menerangkan bahwa penyerapan anggaran secara spesifik diarahkan untuk kesiapan domestik. Salah satu fokus utamanya adalah pengembangan kapasitas tenaga kerja kementerian.
"Persiapan segala macam. Persiapan dalam negeri termasuk juga sebagian untuk penyiapan SDM kita," ucap Gus Irfan, Menteri Haji.
Pihak kementerian mengakui struktur organisasi dan jajaran pegawai yang ada saat ini masih memerlukan pembenahan menyeluruh. Langkah penguatan ini diambil agar tata kelola kementerian berjalan lebih optimal dan tidak lagi menggunakan sistem sementara.
"Karena SDM kita belum lengkap, kemarin kita masih tambal sulam, sekarang ini kita mau lengkapi semuanya," imbuh Gus Irfan, Menteri Haji.
Di sisi lain, upaya peningkatan kualitas pelayanan haji di bawah pemerintahan Presiden Prabowo Subianto mendapat respons positif dari parlemen. Kehadiran Kementerian Haji dan Umrah dinilai membawa dampak nyata pada efisiensi penanganan jemaah di lapangan.
Apresiasi tersebut diutarakan oleh Anggota Tim Pengawas (Timwas) Haji DPR Andre Rosiade setelah melakukan peninjauan langsung bersama Amirul Hajj di Makkah pada Minggu (24/5) waktu setempat. Penilaian positif ini mencakup seluruh rangkaian fase haji, mulai dari keberangkatan, fasilitas akomodasi, konsumsi, hingga aspek transportasi jemaah selama berada di Tanah Suci.
"Secara overall, mulai dari keberangkatan sampai hari ini, kami tentu mengapresiasi bahwa pelayanan itu jauh lebih baik dari sebelumnya. Ini perlu kita garis bawahi. Sampai jemaah mulai berangkat hingga hari ini, Alhamdulillah pelayanannya berjalan baik dan ini memang layak diapresiasi," kata Andre Rosiade, Anggota Timwas Haji DPR sekaligus Wakil Ketua Komisi VI DPR.