Polisi Selidiki Bentrokan Suporter Persija dan Persib di Serang

Share

Aparat Polda Banten menyelidiki kasus bentrokan antara suporter Persija Jakarta, The Jakmania, dengan pendukung Persib Bandung, Viking, di Kragilan, Kabupaten Serang, Banten, yang dipicu oleh aksi provokasi atribut pada Minggu (7/6/2026) malam.

Aksi kekerasan tersebut bermula setelah adanya konvoi kelompok suporter yang melintas di depan sekretariat pendukung lawan. Dilansir dari Detikcom, satu orang dilaporkan menjadi korban luka akibat insiden penyerangan tersebut dan telah membuat laporan resmi ke pihak kepolisian.

Ketua Umum The Jakmania, Diky Soemarno, memberikan klarifikasi mengenai kronologi insiden tersebut dari sudut pandang organisasinya. Menurut penjelasannya, sebelum terjadi bentrok di sekretariat Viking Kabupaten Serang, keributan terlebih dahulu pecah di dekat lokasi acara peringatan hari jadi Jakmania Serang.

"Kejadian bermula dari situasi yang memanas setelah beredar informasi mengenai adanya penyerangan kepada The Jakmania yang berujung bentrokan di lokasi lain yang tidak jauh dari tempat acara berlangsung," kata Diky Soemarno, Ketua The Jakmania.

Diky menambahkan bahwa situasi semakin tidak terkendali ketika sejumlah anggota suporter yang sedang dalam perjalanan pulang terpancing emosinya. Mereka kemudian melakukan tindakan pengrusakan setelah melihat atribut kelompok suporter lawan di salah satu bangunan ruko.

"Dalam perjalanan pulang, sebagian teman-teman terprovokasi ketika melihat sebuah ruko yang menggunakan atribut Persib Bandung atau Viking, sehingga terjadilah tindakan yang berujung pada penyerangan terhadap lokasi tersebut. Ini adalah kejadian yang tidak seharusnya terjadi dan sangat kami sesalkan," kata Diky Soemarno, Ketua The Jakmania.

Pihak pengurus pusat menegaskan tidak membenarkan segala bentuk kekerasan dan berkomitmen penuh untuk bersikap kooperatif selama proses penegakan hukum berlangsung. Pengurus juga mengimbau seluruh anggota agar menahan diri dari segala bentuk provokasi baru di media sosial.

"The Jakmania akan bersikap kooperatif dan mendukung setiap proses yang ditempuh oleh pihak berwenang untuk mengungkap fakta secara utuh dan adil. Kami berharap seluruh pihak dapat menahan diri, tidak memperkeruh suasana dengan asumsi maupun provokasi baru, serta bersama-sama memastikan kejadian seperti ini tidak terulang kembali di kemudian hari," kata Diky Soemarno, Ketua The Jakmania.

Sementara itu, pihak kepolisian bergerak cepat dengan melakukan olah tempat kejadian perkara serta mengumpulkan keterangan dari para saksi di lokasi kejadian. Rekaman video amatir yang memperlihatkan aksi penyerangan menggunakan balok kayu kini menjadi salah satu alat bukti penyelidikan.

Kabid Humas Polda Banten, Kombes Pol Maruli Ahiles Hutapea, mengonfirmasi bahwa penanganan kasus ini sudah memasuki tahap pencarian para pelaku penganiayaan. Pihak kepolisian memastikan akan menindak tegas setiap oknum yang terlibat dalam aksi kriminal tersebut.

"Satu orang jadi korban keributan dan sudah lapor ke Polda Banten. Kini dilakukan penyelidikan dan pencarian terhadap pelaku pemukulan," kata Kombes Pol Maruli Ahiles Hutapea, Kabid Humas Polda Banten.

Maruli menjelaskan bahwa insiden bermula saat rombongan konvoi suporter melintas di wilayah Serang dan melihat kelompok suporter lain sedang berkumpul. Keberadaan atribut dan massa tersebut diduga memicu ketegangan di antara kedua belah pihak.

"Adanya konvoi dari suporter Persija yang melintas di sekitar Kabupaten Serang, mereka melihat ada kelompok suporter dari teman-teman Viking," kata Kombes Pol Maruli Ahiles Hutapea, Kabid Humas Polda Banten.

Ketegangan tersebut kemudian berujung pada aksi penyerangan fisik secara tiba-tiba di lokasi berkumpulnya massa. Padahal, saat itu kelompok suporter setempat sedang mengadakan acara internal syukuran secara damai.

"Mereka, mungkin, sepertinya ada sesuatu. Kemudian datang, ada keributan di tempat teman-teman Viking. Pada saat itu sedang liwetan syukuran," kata Kombes Pol Maruli Ahiles Hutapea, Kabid Humas Polda Banten.

Pihak kepolisian mengimbau seluruh lapisan masyarakat untuk menjaga kondusivitas daerah dan menghindari tindakan main hakim sendiri. Pengawasan di titik-titik rawan wilayah hukum Polda Banten kini semakin diperketat guna mencegah terjadinya bentrokan susulan.

"Kita akan antisipasi semua kegiatan masyarakat yang menimbulkan riak-riak. Kemudian kita sampaikan kepada seluruh masyarakat untuk menjaga diri. Tidak boleh ada penganiayaan, pemukulan, dan perbuatan yang mencederai perasaan orang lain," kata Kombes Pol Maruli Ahiles Hutapea, Kabid Humas Polda Banten.

Follow publika.id on Google News Follow
Editors Team
nadia-fitria-ramadhani
Author