Chris Higgitt Pertahankan Harga Burger Satu Euro Selama Dua Puluh Tahun
Pemilik kios burger di kawasan wisata pantai Blackpool, Inggris, berhasil mempertahankan harga menu andalannya sebesar 1 Euro atau sekitar Rp20 ribu selama 20 tahun terakhir sejak pertama kali dibuka pada tahun 2006.
Strategi bisnis yang unik ini mendadak viral di media sosial setelah dilaporkan pada Minggu (7/6/2026), sebagaimana dilansir dari Detik Food yang mengutip New York Post.
Kios bernama Higgitt's Las Vegas Arcade Blackpool & £1 Burger Bar tersebut dimiliki oleh Chris Higgitt, seorang mantan teknisi yang kini beralih menjadi pelaku usaha kuliner.
Meskipun harga bahan baku dan energi terus melonjak, burger sederhana yang berisi roti, patty, bawang, dan saus ini tetap dijual dengan harga sangat murah sehingga memicu antrean wisatawan hingga lebih dari satu jam.
"Aku sangat bangga bisa mempertahankan harganya dalam kurun waktu yang lama. Sekarang bahkan lebih populer daripada sebelumnya," ungkap Higgitt.
Sebelum fokus mengelola kios burger, Higgitt bersama istrinya sempat menjalankan usaha penginapan serta arena permainan, namun bisnis tersebut tidak berjalan dengan lancar.
Formulasi harga murah ini ditemukan Higgitt saat menghitung biaya produksi awal, di mana ia menekan pengeluaran melalui tiga faktor utama, yaitu efisiensi operasional, pembelian bahan baku dalam jumlah besar, dan pemanfaatan media sosial.
Higgitt memperkirakan modal untuk pembuatan satu porsi burger hanya berkisar 50 sen atau sekitar Rp10 ribuan, biaya tersebut sudah mencakup seluruh bahan makanan hingga penggunaan daya listrik.
Popularitas kedai ini semakin terdongkrak berkat promosi organik dari para kreator konten TikTok dan YouTube yang datang langsung ke Blackpool untuk mengulas burger tersebut.
Hingga saat ini, Higgitt terus menyambut baik kedatangan para pembuat konten digital karena peningkatan volume penjualan membuat dirinya lebih mudah untuk menjaga stabilitas harga jual.