Diky Budi Ramadhan Mundur dari Ketua Umum The Jakmania

Share

Ketua The Jakmania Diky Budi Ramadhan mengumumkan salam perpisahan menjelang pekan terakhir BRI Super League 2025/2026 setelah memimpin organisasi suporter Persija Jakarta tersebut selama enam tahun. Pertandingan Persija melawan Semen Padang di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jakarta Pusat, pada 24 Mei 2026 akan menjadi laga terakhirnya menjabat posisi tersebut.

Dilansir dari Bola, kepemimpinan Diky berlangsung selama dua periode, yaitu masa jabatan 2020-2023 dan 2023-2026, yang merupakan batas maksimal aturan organisasi. Pria yang akrab disapa Diky Soemarno ini menyatakan bahwa tujuan awalnya memimpin adalah untuk menjaga organisasi.

"Enam tahun lalu saya datang dengan satu keyakinan sederhana. Bahwa saya ingin menjaga rumah ini sekuat yang saya bisa. Rumah bernama The Jakmania," tulis Diky dalam akun media sosial The Jakmania, @InfokomJakmania, Minggu (17/5/2026).

Mantan orang nomor satu di organisasi suporter ini menjelaskan kedekatan emosionalnya dengan wadah para pendukung klub berjuluk Macan Kemayoran tersebut.

"Rumah yang membesarkan saya, membentuk saya, dan membuat saya percaya bahwa cinta kepada Persija bukan sekadar soal sepak bola, tapi soal harga diri, loyalitas, dan kehidupan," jelas Diky Budi Ramadhan, Ketua The Jakmania.

Diky menambahkan bahwa perjalanannya resmi berakhir pada laga yang dijadwalkan berlangsung tanggal 23 Mei 2026.

"Pada 23 Mei 2026 adalah pertandingan di mana perjalanan itu sampai di ujungnya. Dua periode sudah saya jalani," tutur Diky Budi Ramadhan, Ketua The Jakmania.

Dalam refleksi kepemimpinannya, ia mengklaim beberapa keberhasilan internal organisasi yang terjadi pascapandemi.

"Banyak hal berhasil kita lewati bersama. Kita menjaga Jakmania tetap hidup di masa-masa sulit setelah pandemi."

Selama memegang kendali kepengurusan, Diky juga mengklaim adanya perbaikan struktur administrasi dan keberadaan suporter di stadion.

"Kita membuat organisasi ini lebih tertata dengan sistem keanggotaan dan identitas yang lebih jelas. Kita menjaga tribun tetap ada ketika banyak orang meragukan," ucap Diky Budi Ramadhan, Ketua The Jakmania.

Pihaknya menyatakan telah membuka diri terhadap kemitraan eksternal demi menaikkan reputasi organisasi suporter ini di tingkat nasional.

"Kita memperluas kolaborasi, membuka banyak pintu yang dulu tertutup, menjaga hubungan dengan banyak pihak, dan berusaha membuat nama Jakmania semakin dihormati sebagai kelompok suporter besar di Indonesia," tutur Diky Budi Ramadhan, Ketua The Jakmania.

Kendati demikian, Diky mengakui ada satu target utama di atas lapangan hijau yang gagal dia penuhi selama menakhodai organisasi.

"Tapi saya tahu, semua itu tetap tidak akan pernah terasa cukup karena ada satu hal yang belum berhasil saya berikan, yaitu membawa Persija juara," papar Diky Budi Ramadhan, Ketua The Jakmania.

Kegagalan membawa tim memenangi kompetisi liga domestik tersebut diakuinya sebagai sebuah utang emosional kepada para anggota.

"Dan untuk itu, saya minta maaf sebesar-besarnya kepada seluruh Jakmania. Karena saya tahu, sebesar apa pun usaha yang sudah dilakukan, sebagus apa pun perbaikan yang terjadi, sebaik apa pun pandangan orang lain kepada kita, pada akhirnya yang paling diingat dalam sepak bola adalah piala."

Dia menegaskan ketidakberhasilan memenangi trofi kasta tertinggi sepak bola Indonesia akan menjadi penyesalan pribadinya.

"Saya gagal membawa Persija kembali menjadi juara liga di masa kepemimpinan saya. Dan itu akan selalu menjadi luka sekaligus penyesalan yang saya bawa," terang Diky Budi Ramadhan, Ketua The Jakmania.

Diky menyadari adanya kekurangan dan keputusan-keputusan kontroversial yang pernah dia ambil selama enam tahun masa jabatan.

"Saya juga sadar selama enam tahun ini pasti banyak keputusan saya yang mengecewakan, banyak ucapan saya yang menyakiti, dan banyak harapan yang belum bisa saya wujudkan," ujar Diky Budi Ramadhan, Ketua The Jakmania.

Ia pun mengakui ketidaksempurnaan dirinya sebagai figur pemimpin tertinggi suporter.

"Saya bukan ketua yang sempurna. Saya sering salah, sering gagal, dan mungkin belum bisa menjadi pemimpin yang menyenangkan untuk semua pihak.”

Namun, Diky menegaskan seluruh dedikasinya didasari oleh komitmen penuh terhadap klub Persija Jakarta dan organisasi.

"Tapi percayalah, tidak pernah sekalipun saya menjalankan amanah ini tanpa rasa cinta kepada Persija dan Jakmania," ucap Diky Budi Ramadhan, Ketua The Jakmania.

Diky menyampaikan apresiasi kepada seluruh jajaran pengurus dari tingkat inti hingga wilayah serta anggota yang terus mendampingi tugasnya.

"Terima kasih untuk semua yang pernah berdiri bersama saya. Seluruh Pengurus Inti, Pengurus Wilayah, Pengurus Pusat, mantan pengurus, dan seluruh Jakmania yang mendukung, mengkritik, memarahi, bahkan yang membenci saya," terang Diky Budi Ramadhan, Ketua The Jakmania.

Diky menilai dinamika internal dan tekanan dari berbagai pihak merupakan proses pembelajaran penting dalam mengelola organisasi suporter berskala besar.

"Karena semuanya membuat saya belajar bahwa memimpin organisasi sebesar Jakmania bukan soal menjadi orang paling disukai, tapi soal tetap bertahan menjaga rumah ini di tengah begitu banyak tekanan dan perbedaan."

Dia berharap wadah suporter ini dapat terus berevolusi menjadi lebih solid dan inklusif bagi masa depan para pendukung Persija Jakarta.

"Semoga Jakmania bisa menjadi organisasi yang lebih baik, lebih dewasa, lebih kuat, dan bisa menjadi rumah yang menyenangkan untuk semua orang yang mencintai Persija."

Diky menutup pernyataan perpisahannya dengan menegaskan bahwa keberlangsungan organisasi berada di atas eksistensi figur seorang individu ketua umum.

"Karena pada akhirnya, nama ketua umum akan datang dan pergi. Tapi Jakmania harus tetap hidup, tetap besar, dan tetap berdiri untuk Persija. Sekali lagi, saya minta maaf untuk semua kegagalan saya. Terus jaga The Jakmania dan Persija," kata Diky Budi Ramadhan, Ketua The Jakmania.

Follow publika.id on Google News Follow
Editors Team
melinda-putri-handayani
Author