Kunjungan Pasien Asing ke Klinik Kecantikan Korea Selatan Meningkat Tajam
Klinik kecantikan dan perawatan kulit kini menjadi magnet utama yang menarik kunjungan wisatawan mancanegara ke Korea Selatan, melampaui daya tarik budaya K-pop dan kuliner. Fenomena lonjakan wisata medis ini dilansir dari Detik Travel pada Rabu (10/6/2026).
Data dari Kementerian Kesehatan Korea Selatan menunjukkan lebih dari 2 juta warga asing datang untuk berobat atau menjalani perawatan medis sepanjang tahun lalu. Jumlah tersebut melonjak hampir dua kali lipat dibandingkan tahun sebelumnya yang tercatat sebanyak 1,17 juta orang.
Tren ini didominasi oleh prosedur non-bedah seperti botox, terapi cahaya merah, hingga pengencangan kulit dengan teknologi ultrasound. Layanan tersebut diminati karena teknologinya yang maju serta harga yang lebih terjangkau daripada di negara-negara Barat.
Maria Zu, seorang wisatawan asal Meksiko yang menetap di Dubai, mengaku menghabiskan lebih banyak waktu di klinik kecantikan selama kunjungannya ke Seoul pada April lalu. Hal ini berbeda dengan kunjungan pertamanya delapan tahun lalu yang berfokus pada wisata taman kota dan kafe.
"Kami merasa aman datang ke negara ini untuk merawat wajah kami," kata Zu dilansir dari Reuters, Rabu (10/6/2026).
Pertumbuhan sektor ini juga diakui oleh otoritas kesehatan setempat yang melihat adanya pergeseran pengeluaran wisatawan asing ke arah layanan medis.
"Pertumbuhan pasien mancanegara lebih cepat dibandingkan pertumbuhan wisatawan mancanegara," ujar Hong Seung-wook, Direktur Global Healthcare Business di Korea Health Industry Development Institute.
Menurut Hong, anggaran yang dialokasikan oleh turis asing untuk perawatan medis kini sudah melampaui pengeluaran untuk aktivitas rekreasi lainnya.
"Saat ini kami melihat wisatawan mancanegara menghabiskan lebih banyak uang untuk layanan medis dibandingkan aktivitas wisata di Korea," katanya.
Faktor lain yang meningkatkan daya tarik adalah ketersediaan layanan komunikasi dalam berbagai bahasa di klinik-klinik Korea Selatan, yang memikat turis dari wilayah lain seperti Amerika Serikat.
"Saya suka karena ada banyak jenis perawatan K-beauty yang bahkan tidak tersedia di Amerika Serikat," kata Cindy Gu, seorang wisatawan asal AS.
Persaingan pasar yang ketat di industri estetika ini turut memengaruhi struktur tarif layanan di dalam negeri.
Direktur Departemen Dermatologi Estetika Lienjang, Se-rin Lee, mengatakan banyaknya klinik kecantikan di Korea Selatan membuat persaingan semakin ketat dan harga layanan tetap terjangkau.