Mendag Budi Santoso Dorong Gitar JR Sanjaya Tembus Pasar Ekspor

Share

Menteri Perdagangan Budi Santoso mempromosikan produk gitar buatan UMKM JR Sanjaya asal Klaten, Jawa Tengah, hingga berhasil menembus pasar ekspor di Asia Tenggara pada Rabu (10/6/2026).

Langkah promosi ini berdampak besar pada peningkatan volume penjualan produk lokal tersebut ke mancanegara, seperti dilansir dari Detik Finance.

Pemilik JR Sanjaya, Didi Marianto, menyampaikan perkembangan positif usahanya setelah mendapatkan kunjungan langsung dari pihak kementerian melalui sebuah sambungan telepon.

"Alhamdulillah (usaha) berkembang Pak, setelah kunjungan dari Bapak," kata Didi kepada Budi Santoso.

Budi Santoso diketahui membeli gitar tersebut saat mengunjungi Klaten dan aktif memperkenalkannya kepada para tamu dinas, baik dari dalam maupun luar negeri.

Didi memberikan apresiasi yang tinggi atas asistensi serta perhatian yang diberikan oleh jajaran Kementerian Perdagangan terhadap keberlangsungan usahanya.

"Jadi yang mau saya sampaikan buat Kemendag, Pak Busan (Budi Santoso), apresiasi yang setinggi-tingginya, saya mengucapkan banyak terima kasih. Jadi itu sebuah kebanggaan buat kita yang sangat luar biasa sampai dikunjungi oleh seorang menteri," kata Didi.

Sinergi bersama pemerintah ini dinilai membuka peluang ekspansi yang nyata bagi pelaku usaha kecil untuk menjangkau pasar internasional.

"Jadi sinergi dengan Kemendag ini bisa buka peluang emas untuk kita bisa ekspansi ke luar negeri bahkan dan itu terealisasi. Kita sudah ribuan keluar barang kita ke Malaysia, ke Filipina itu sudah ribuan setelah kunjungan Pak Mendag kemarin," katanya.

Peningkatan popularitas merek dagang lokal ini turut mendongkrak omzet perusahaan serta berkontribusi dalam penyerapan tenaga kerja baru di daerah.

"Semakin dikenal, terus akhirnya berpengaruh ke omzet kita. Kita jadi bisa tambah karyawan, kita bisa jual ke luar negeri, akhirnya kita bisa jadi bagian dari sektor real di daerah kita. Kita bisa merekrut tenaga kerja baru dengan jumlah yang lumayan," ucapnya.

Sebelumnya, kapasitas produksi gitar JR Sanjaya dilaporkan melonjak hingga dua kali lipat akibat tingginya permintaan dari konsumen di toko offline.

"Jadi antusiasme untuk toko offline semakin banyak, yang tadinya mungkin mereka tidak tahu tentang gitar JR Sanjaya. Kalau produksi sekitar dua kali lipat lah peningkatannya. Jadi kunjungan Pak Mendag jadi validasi, ternyata produk-produk lokal khususnya UMKM lokal punya daya saing dan bisa naik kelas," tutur Didi.

Usaha pembuatan gitar ini dirintis oleh Didi bersama istrinya, Ernawati, sejak tahun 2017 dengan memanfaatkan fasilitas Kredit Usaha Rakyat dari pemerintah.

"Waktu itu ada program pemerintah KUR, kita punya sepeda motor 1 Mio, itu bisa bantu kita. Alhamdulillahnya bisa jalan (usahanya) sampai sekarang," tutur Didi.

Kondisi perekonomian usaha ini sempat menghadapi tantangan berat akibat imbas dari situasi pandemi COVID-19 beberapa tahun lalu.

"Saya tahu pertolongan Allah itu memang nyata, tiba-tiba saya ada temen yang di Tangerang, 'Er jualan apa?' saya bilang 'saya jualan gitar', saya masuk di situ bisa suplai ke seluruh wilayah Jakarta dan di luar pulau," ucap Erna.

Melalui pengalaman tersebut, para pelaku UMKM diharapkan tetap optimis karena potensi sumber daya dalam negeri mampu bersaing dengan produk dari luar negeri.

"Jangan pernah takut untuk bersaing, kita itu punya potensi besar, kita punya sumber daya besar, banyak sumber daya yang bisa kita manfaatkan dari negara ini, belum tentu untuk negara-negara lain kan mereka punya, nah kita punya itu. Jadi jangan takut, kita punya kemampuan, kita bisa untuk bersaing dengan produk luar," pungkas Didi.

Follow publika.id on Google News Follow
Editors Team
annisa-nur-fadhilah
Author