Meksiko Jalin Hubungan Erat dengan Bali Sejak Tahun 1930an
Meksiko yang menjadi salah satu tuan rumah Piala Dunia 2026 ternyata memiliki kedekatan historis yang panjang dengan Bali. Hubungan ini sudah dimulai sejak era 1930-an saat seniman asal Meksiko mulai menetap di Pulau Dewata.
Seperti dilansir dari Detik Travel, pelukis tersohor asal Meksiko bernama Miguel Covarrubias tercatat pernah tinggal dan menetap di Bali pada periode tahun 1930 hingga 1933. Kehadirannya menjadi jembatan budaya yang penting.
Covarrubias kemudian menerbitkan sebuah buku berjudul The Island of Bali pada tahun 1937. Buku tersebut memuat berbagai kumpulan lukisan serta foto yang mendokumentasikan kebudayaan masyarakat Bali.
Melalui publikasi buku karya Covarrubias tersebut, nama Bali menjadi semakin dikenal luas di kancah internasional. Hubungan kedua wilayah ini pun terus berkembang secara formal dan informal.
Kini, Meksiko telah memperkuat kehadirannya dengan membuka kantor konsulat kehormatan di Bali. Kantor ini bertempat di Puri Astina Putra Building, Jalan Prof. Moh. Yamin No. 1A, Renon, Denpasar.
Fasilitas diplomatik ini berfungsi untuk melayani urusan administrasi serta bantuan diplomatik dasar bagi warga Meksiko. Keberadaannya juga krusial dalam menyokong sektor bisnis serta pariwisata lokal.
Dampak kedekatan ini juga terlihat dari menjamurnya tempat makan khas Meksiko di berbagai titik wisata utama. Wisatawan dapat dengan mudah menemukan hidangan autentik khas negara Amerika Utara tersebut.
Beberapa gerai populer yang bisa dikunjungi antara lain Lupine Mexican Bistro and Taqueria di Ubud serta Motel Mexicola Bali di kawasan Seminyak. Tempat-tempat ini menawarkan atmosfer khas yang meriah.
Selain itu, terdapat pilihan lain seperti Taco Casa Bali yang menyajikan porsi besar, Don Juan Bali Mexican Restaurant & Bar, hingga Lacalita Bar y Cocina yang memadukan makanan tradisional dan koktail.
Hubungan timbal balik ini juga mewujud lewat perkembangan seni tari Bali di Meksiko. Ragam tarian seperti pendet, cendrawasih, hingga legong tumbuh pesat berkat peran aktif diaspora Indonesia.
Komunitas lokal seperti Grupo Tari Bali Mexico yang dipimpin oleh Graciela López Herrera menjadi motor penggerak utama. Mereka konsisten mementaskan tarian dan gamelan Bali dalam festival besar seperti Feria de las Culturas Amigas.