Investor Global Borong Saham Bank Mandiri Saat Pasar Merosot
Sejumlah pengelola dana investasi global dilaporkan gencar memborong saham PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) di tengah situasi pasar yang sedang merosot. Dilansir dari Bloomberg Technoz, para investor kakap ini rutin memperbesar muatan portofolio mereka pada bank milik BPI Danantara tersebut sejak paruh kedua 2025 hingga penutupan perdagangan Selasa (9/6/2026).
Aksi borong ini tetap berjalan meskipun saham BMRI sempat bergerak turun mengikuti pelemahan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG). Salah satu raksasa manajemen aset, Vanguard Group Inc, tercatat menambah sekitar 19,91 juta lembar saham BMRI dalam dua bulan terakhir dengan harga eksekusi di kisaran Rp4.140 per saham sepanjang April hingga awal Juni 2026.
Secara akumulatif, Vanguard telah membeli sekitar 65,67 juta saham BMRI sejak awal tahun ini. Pembelian terbesar mereka terjadi pada kuartal III-2025 yang mencapai 251,07 juta saham dengan harga Rp4.196 per lembar, sehingga kini Vanguard menguasai 2,2 miliar saham BMRI senilai Rp8,78 triliun dengan rata-rata harga perolehan Rp2.709 per saham.
Langkah Vanguard ini juga diikuti oleh Blackrock Inc yang menambah kepemilikan sekitar 320,57 juta saham BMRI sejak Januari hingga awal Juni 2026. Perusahaan besutan Larry Fink tersebut kini menggenggam 1,95 miliar saham BMRI senilai Rp7,37 triliun dengan harga rata-rata Rp3.417 per saham, yang menempatkan mereka dalam posisi keuntungan belum terealisasi sebesar 16,45%.
Selain itu, Lazard Inc turut memperbesar porsi kepemilikan sebanyak 89,89 juta lembar saham pada kuartal I-2026 dengan harga rata-rata Rp4.487 per saham, meskipun tidak menambah muatan dalam dua bulan terakhir. Lazard yang sudah masuk ke BMRI sejak akhir 2005 kini menguasai 535,46 juta lembar saham senilai Rp2,19 triliun.
Tidak ketinggalan, Abardeen Group Plc juga menyerok 80,92 juta saham BMRI dalam dua bulan terakhir dengan harga rata-rata Rp4.137 per saham. Perusahaan yang dipimpin Jason Windsor ini sebelumnya telah membeli 140,48 juta saham pada kuartal III-2025, sehingga total kepemilikan mereka kini mencapai 373,65 juta saham senilai Rp1,53 triliun.
Aksi beli para investor global ini sejalan dengan pencapaian kinerja keuangan BMRI yang positif pada kuartal I-2026. Bank Mandiri membukukan laba bersih sebesar Rp15,4 triliun, atau mengalami kenaikan 16,6% dibandingkan periode yang sama tahun lalu sebesar Rp13,19 triliun.
Pertumbuhan laba tersebut ditopang oleh penyaluran kredit yang tumbuh 17,4% secara tahunan menjadi Rp1.530 triliun, melebihi rata-rata pertumbuhan industri yang berada di angka 9,37%. Sementara itu, Dana Pihak Ketiga (DPK) juga melonjak 21,1% secara tahunan menjadi Rp1.675 triliun, di atas pertumbuhan industri sebesar 13,2%.
“Kinerja yang kami hasilkan bukan hanya mencerminkan pertumbuhan bisnis semata, tetapi merupakan hasil nyata dari fokus sinergi yang melibatkan berbagai unsur perekonomian nasional,” kata Direktur Utama BMRI Riduan saat public expose kuartal I-2026, Jakarta, Selasa (21/4/2026).
Ekspansi bisnis Bank Mandiri juga diimbangi dengan pengelolaan kualitas aset yang sangat disiplin. Rasio NPL gross berhasil ditekan dan terjaga di level 0,98%, membaik sebanyak 3 bps secara tahunan dan berada jauh di bawah rata-rata industri yang mencapai 2,17%, didukung oleh pencadangan yang kuat dengan NPL coverage ratio sebesar 245%. BMRI juga mencatatkan Return on Equity (RoE) di level 22,1% serta Capital Adequacy Ratio (CAR) sebesar 19,7%.