AS Roma Bidik Kemenangan di Markas Parma Demi Tiket Liga Champions

Share

AS Roma mengincar poin penuh saat bertandang ke markas Parma di Stadion Ennio Tardini pada laga lanjutan Serie A, Minggu (10-5-2026) malam WIB. Kemenangan menjadi harga mati bagi tim ibu kota demi menjaga peluang lolos ke Liga Champions musim depan.

Persaingan menuju posisi empat besar kini telah memasuki fase penentuan. Sebagaimana dikutip dari Bola, Inter Milan telah mengamankan gelar juara sekaligus tiket kompetisi tertinggi Eropa tersebut, disusul Napoli dan AC Milan yang berada di posisi aman.

Satu tiket tersisa kini diperebutkan oleh tiga tim, yakni AS Roma, Juventus, dan Como. Skuad Giallorossi modal kepercayaan diri tinggi setelah menumbangkan Fiorentina dengan skor telak 4-0 pada pertandingan sebelumnya.

Hasil positif itu membuat Roma kini hanya terpaut satu angka dari zona empat besar. Posisi mereka diuntungkan setelah Juventus dan Como gagal meraih poin penuh pada pekan lalu.

Lini serang yang produktif kembali menjadi tumpuan utama Roma. Meski Donyell Malen absen mencetak gol saat menghadapi Fiorentina, skema menyerang tim dinilai semakin padu di bawah arahan pelatih Gian Piero Gasperini.

Gasperini kini memiliki kendali penuh di ruang ganti setelah kepergian Claudio Ranieri. Juru taktik asal Italia tersebut berambisi mengulang kesuksesan jangka panjang yang pernah ia ukir bersama Atalanta.

Jadwal pertandingan Roma menuju akhir musim ini relatif tidak terlalu berat, meski mereka masih harus melakoni laga derbi kontra Lazio. Oleh karena itu, kehilangan poin di kandang Parma bisa menjadi kerugian besar.

Saat ini Roma masih mengejar Juventus di peringkat keempat dan hanya unggul dua poin dari Como. Giallorossi juga sedang dalam tren produktif dengan selalu mencetak gol dalam 12 pertandingan liga terakhir.

Roma mencatatkan rata-rata 2,1 gol per pertandingan, sebuah torehan yang hanya bisa dilampaui oleh Inter Milan dalam periode yang sama. Ketajaman Malen dan efektivitas kombinasi antarlini menjadi kunci utama performa tersebut.

Namun, performa tandang Roma masih menunjukkan inkonsistensi musim ini. Dari seluruh laga luar kandang, mereka mengemas delapan kemenangan dan delapan kekalahan, termasuk empat kekalahan dari enam laga tandang terakhir.

Kendati demikian, rekor pertemuan sejarah masih berpihak pada Roma. Sejak Parma kembali promosi ke kompetisi Serie A, Giallorossi selalu menyapu bersih tiga duel terakhir dengan keunggulan agregat gol 8-1.

Pada pertemuan pertama Oktober lalu, Roma menang dengan skor 2-1 atas Parma. Saat itu, tim tuan rumah masih berjuang menghindari ancaman degradasi, sebuah situasi yang kini sudah berubah.

Ketahanan Parma di Papan Tengah

Tim yang dilatih oleh Carlos Cuesta tersebut kini sudah berada di posisi aman papan tengah klasemen. Parma memastikan diri bertahan di Serie A setelah meraih dua kemenangan beruntun tanpa kebobolan, yakni 1-0 atas Udinese dan Pisa.

Tren positif Parma baru terhenti pada pekan lalu setelah kalah 0-2 di markas Inter Milan. Kekalahan tersebut sekaligus mengakhiri catatan impresif empat pertandingan tidak terkalahkan milik Parma.

Meski baru berusia 30 tahun, Cuesta menunjukkan performa menjanjikan pada musim debutnya di level senior. Parma juga tercatat hanya menelan satu kekalahan dari lima laga kandang terakhir mereka.

Secara produktivitas, angka gol Parma tergolong rendah dengan rata-rata kurang dari satu gol per laga. Walau demikian, pertahanan disiplin mereka kerap menyulitkan tim-tim besar Italia.

Motivasi tinggi Roma untuk menembus Liga Champions diprediksi akan menjadi pembeda dalam laga ini. Gasperini juga diuntungkan dengan pilihan lini serang yang lebih bervariasi dibandingkan komposisi pemain milik Cuesta.

Prakiraan Susunan Pemain

Parma (3-5-2): Suzuki; Circati, Troilo, Ndiaye; Delprato, Keita, Nicolussi Caviglia, Bernabe, Valeri; Strefezza, Pellegrino.

Follow publika.id on Google News Follow
Topik Terkait: as roma Liga Italia Parma Serie A
Editors Team
tiara-puspita-sari
Author